Pengamat: Target Agus Yudhoyono Pilpres 2019

Pengamat: Target Agus Yudhoyono Pilpres 2019
Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. ( Foto: Beritasatu.com )
Yeremia Sukoyo / PCN Jumat, 23 September 2016 | 11:32 WIB

Jakarta- Pendiri lembaga survei Cyrus Network, Hasan Nasbi Batupahat menilai, Partai Demokrat melalui Ketua Dewan Pembinanya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sengaja memunculkan nama Agus Yudhoyono untuk memanfaatkan momentum Pilgub DKI 2017 mendatang.

Target akhirnya, menurut Hasan, bukanlah terkait kalah menang dalam Pilgub DKI Jakarta 2017. Namun, menargetkan keikutsertaan pada ajang pemilihan umum (Pemilu) 2019 mendatang.

"Kalau melihat Agus diajukan, targetnya bukan Pilgub DKI. Kalau targetnya hanya Pilgub DKI, risikonya terlalu besar untuk mengorbankan karier militer yang bersangkutan. Sepertinya ini target yang lebih jauh ke depan," kata Hasan Nasbi, Jumat (23/9).

Dikatakan, momentum Pilgub DKI memang merupakan saat yang tepat untuk memunculkan tokoh baru ke tengah masyarakat. Apalagi, dalam perhelatan Pilgub DKI tentu levelnya pun sudah mencapai isu nasional.

"Ini sebagai momentum Agus Harimurti masuk ke dalam dunia politik. Mungkin keberadaan Ibas, di hadapan SBY tidak terlalu menjanjikan, sehingga butuh figur seperti Agus untuk mengisi kesinambungan klan politik," ucap Hasan.

Dengan masuknya Agus, sebagai sosok yang newbie di bidang politik, lantas kemudian kalah dengan Ahok tentu tidak akan malu-maluin. Sebaliknya, masyarakat akan semakin mengenal sosok Agus untuk kemudian akan didorong untuk mengikuti Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

"Kalah pun tidak malu-maluin, tetapi nama dia (Agus) sudah dikenal oleh seluruh rakyat Indonesia. Di sini memanfaatkan momentum yang saya maksud," ujarnya.

Menurut Hasan, jika dilihat dari komposisi pasangan cagub dan cawagub yang maju dalam Pilgub DKI, nama pasangan Basuki Tjahaya Purnama-Djarot Saiful Hidayat, elektabilitasnya masih jauh di atas pasangan Agus-Sylviana maupun Sandiaga.

Hasan meyakini, dalam Pilkada DKI walaupun diikuti tiga pasangan calon, nama Basuki-Djarot akan dapat terpilih kembali menjadi pemimpin ibukota hanya dalam satu putaran. Alasannya, pemetaan pemilih Pilgub DKI sudah tergambar sejak jauh-jauh hari sebelum Pilgub akan dilangsungkan.



Sumber: Suara Pembaruan