Akhir Tahun Ini, Kesepakatan Restrukturisasi Kontrak Aetra dan Palyja Ditandatangani

Akhir Tahun Ini, Kesepakatan Restrukturisasi Kontrak Aetra dan Palyja Ditandatangani
Ilustrasi Pasokan Air Bersih ( Foto: Monterey Bay )
Lenny Tristia Tambun / YS Jumat, 23 September 2016 | 12:52 WIB

Jakarta - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jaya akan melakukan restrukturisasi kontrak dengan PT Aetra Air Jakarta dan PT Pam Lyonnaise Jaya (Palyja).

PDAM Jaya menargetkan kesepakatan pokok restrukturisasi kontrak dengan dua mitranya yang menjadi operator air bersih harus rampung pada akhir tahun ini.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Jaya, Erlan Hidayat mengatakan, dalam waktu dekat ini akan melakukan pembahasan mengenai restrukturisasi kontrak dengan pihak Aetra dan Palyja. Ia akan melakukan pendekatan dengan duduk bersama untuk membahas perubahan kontrak yang akan berakhir pada tahun 2023.

“Dalam waktu dekat ini kita akan ubah perjanjian konsesi yang selama ini diributkan. Dengan tidak menggunakan jalan bertentangan, ribut satu dengan lainnya. Saya mengajak swasta duduk bareng bersama. Saya membicarakan apa yang kita bisa improve di situ,” kata Erlan dalam Seminar Tantangan Global Pengelolaan PDAM di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (22/9).

Diakuinya, dalam pelaksanaan restrukturisasi kontrak ini ada kewenangan yang berkurang dari pihak mitra swasta. Hal ini harus dilakukan dengan segera, karena bila menunggu sampai kontrak berakhir, maka pelayanan air bersih bagi warga Jakarta akan terhambat.

“Tentu ada yang berkurang dari mereka. Tapi memang kondisinya seperti itu. Masak saya harus menunggu sampai 2023? Tidak bikin apa-apa, baru melayani rakyat Jakarta. Ini tidak adil juga kan,” ujarnya.

Rencana restrukturisasi kontrak sudah disampaikan secara lisan dan sudah ada respons positif baik dari pihak Aetra maupun Palyja. Pada tahap awal, PDAM Jaya akan mengundang Palyja terlebih dahulu pada pekan depan.



Sumber: Suara Pembaruan