Lelang Belum Selesai, Penerapan ERP Molor

Lelang Belum Selesai, Penerapan ERP Molor
Ilustrasi kendaraan melintas di kawasan area Electronic Road Pricing (ERP) ( Foto: Antara/Muhammad Adimaja )
Lenny Tristia Tambun / JAS Jumat, 26 Oktober 2018 | 10:19 WIB

Jakarta – Penerapan jalan berbayar elektronik (electronic road pricing-ERP) bakal molor. Awalnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menargetkan akhir Oktober sudah ditemukan pemenang lelang untuk membangun ERP di Jakarta. Namun hingga saat ini, proses lelang belum selesai dilakukan.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widjamoko membenarkan proses lelang ERP belum selesai dilaksanakan. Sehingga pemenang lelang belum dapat ditentukan. Kondisi ini berdampak pada molornya pembangunan ERP yang ditargetkan dimulai pada Oktober ini juga, dan akan mulai diterapkan pada pertengahan tahun 2019.

“Masih tender,” kata Sigit singkat kepada Beritasatu.com, Jumat (26/10).

Ketika ditanya progres lelang ERP tersebut, Sigit mengatakan belum mendapatkan perkembangan terbaru. Karena belum mendapatkan laporan dari aparat Dishub yang menanganinya. “Saya tanyakan ke yang menangani ya,” ujarnya.

Dengan molornya penentuan pemenang lelang ERP, maka akan berpengaruh pada pengerjaan pembangunan gate hingga sistem ERP di Jakarta yang membutuhkan waktu 10-12 bulan. Target penerapan ERP yang direncanakan dapat diterapkan pada pertengahan tahun depan juga tak dapat tercapai.

Seperti diketahui, Gubernur DKI, Anies Baswedan pernah mengatakan pelaksanaan ERP di Jakarta ditargetkan akan diterapkan pada pertengahan tahun 2019. Setelah transportasi publik berbasis rel yaitu Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta beroperasi pada Maret 2019, maka ERP sudah mulai diterapkan.

Hingga saat ini, pembangunan ERP Jakarta masih dalam proses lelang. Mengingat investasi yang dibutuhkan cukup tinggi, sekitar 300-400 juta dolar Amerika, atau setara dengan Rp 4-5 triliun, pihaknya harus hati-hati dalam melakukan lelang.

Pemprov DKI menargetkan pada Oktober 2018, pemenang lelang sudah ditemukan. Setelah itu, pembangunan ERP membutuhkan waktu 10 hingga 12 bulan. Sehingga paling tidak, ERP sudah dapat mulai diterapkan Oktober 2019.

Namun, mengingat keberadaan ERP ini sudah sangat mendesak, maka Pemprov DKI akan mempercepat pembangunan ERP. Tidak lagi pada Oktober 2019, tetapi pada pertengahan 2019, ERP Jakarta sudah mulai dapat diterapkan.

Untuk lokasi yang akan diterapkan ERP ada dua rute yaitu Jalan Sudirman dan Jalan H Rasuna Said.

Di kawasan Jalan Sudirman, jalur jalan yang akan dikenai ERP adalah Bundaran Hotel Indonesia ke Senayan dan Senayan ke Bundaran Hotel Indonesia.

Sedangkan di kawasan H Rasuna Said, jalur yang dilintasi adalah Kuningan-Warung Buncit hingga masuk Menteng.

Tahap pertama akan dibangun dari Bunderan Senayan ke Bunderan HI yang diselaraskan dengan pengoperasian MRT Jakarta. Tahap kedua, akan dibangun dengan rute dari Bunderan HI sampai Jalan Medan Merdeka Barat. Baru akan dilaksanakan pembangunan tahap tiga di kawasan Rasuna Said. Secara keseluruhan tiga tahap ini akan dibangun selama 10 hingga 12 bulan kedepan.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta sudah melakukan uji coba ERP di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Rasuna Said, 15 Juli 2014. Uji coba dilakukan oleh dua perusahaan berbeda. Di Jalan Sudirman diuji coba oleh Kapsch, perusahaan asal Swedia.

Sementara yang di Jalan Rasuna Said oleh Q-free, perusahaan asal Norwegia. Namun, uji coba ini telah berhenti sejak Desember 2014. Sejak saat itu, kepastian penerapan ERP di Jakarta semakin terkatung-katung dan tidak ada kejelasan untuk diterapkan di Ibu Kota.



Sumber: BeritaSatu.com