3.000 Personel Kawal Laga Persija Kontra Mitra Kukar di GBK

3.000 Personel Kawal Laga Persija Kontra Mitra Kukar di GBK
Ilustrasi polisi. ( Foto: BeritaSatu Photo/Danung Arifin )
Bayu Marhaenjati / WBP Jumat, 7 Desember 2018 | 15:47 WIB

Jakarta- Laga pamungkas Persija Jakarta lawan Mitra Kukar bakal mendapatkan dukungan penuh dari suporter The Jakmania. Diprediksi, pendukung Macan Kemayoran bakal memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Minggu (9/12).

Mengantisipasi keamanan, Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dibantu TNI bakal menurunkan 3.000 lebih personel gabungan. Polisi dan koordinator wilayah The Jakmania juga bakal bekerja sama menjaga situasi yang kondusif, tertib dan aman. "Kita kerahkan 3.000 lebih personel gabungan, nanti akan amankan jalannya pertandingan," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, di Jakarta, Jumat (7/12).

Dikatakan, polisi juga akan melakukan pengawalan dan pengamanan jalur tim Mitra Kukar dari tempat menginap menuju stadion, hingga kembali ke hotel pasca-pertandingan.

"Nanti kami kawal sampai Stadion GBK hingga baliknya. Untuk pengalihan arus kita situasional di sana. Kalau kita harus alihkan, ya alihkan. Kalau tidak, ya kita contraflow atau buka tutup. Teknis dan taktis di lapangan nanti Ditlantas yang akan melaksanakan," ungkapnya.

Menyoal pengamanan, Argo menyampaikan, polisi menerapkan sistem ring. "Ada empat ring. Anggota ditempatkan di sekitar Stadion GBK, termasuk lingkaran dan pintu masuk GBK, dan sekitar stadion," katanya.

Menurutnya, polisi akan melakukan pemeriksaan terhadap barang-barang yang tidak diperkenankan masuk ke dalam stadion seperti petasan, senjata tajam dan lainnya.

"Ini bagian dari petugas keamanan di pintu-pintu masuk, dan sebaiknya kepada penonton diarahkan untuk tidak membawa petasan dan barang-barang yang tidak diizinkan,ke dalam stadion," tegasnya.

Argo menuturkan, polisi bakal berkoordinasi dengan koordinator wilayah (The Jakmania) agar tidak melakukan tindakan merazia suporter lain, serta menjaga keamanan, ketertiban, agar situasi kondusif.

"Kita komunikasi, dari Jakmania kan ada pengurusnya, ada korwil-korwilnya, nanti kita komunikasikan terus, sehingga nantinya sama-sama. Jadi pihak kepolisian dengan pihak Jakmania, pengurusnya sampai ke tingkat level bawah, kita sosialisasikan bahwa ini adalah pertandingan yang terakhir, jadi kita berharap terjaga kondusivitasnya," kata dia.

Ia mengatakan, The Jakmania diharapkan dapat menjadi contoh dan tauladan buat suporter sepak bola Tanah Air.
"Contoh bagaimana memberikan support, motivasi kepada timnya dengan baik, tidak melakukan kegiatan yang dilarang misalnya membawa sajam (senjata tajam), merusak fasilitas umum. Misalnya menang jangan euforia berlebihan dan kalau kalah juga jangan melakukan kegiatan yang tidak diperbolehkan aturan. Kita harus lakukan kegiatan ini dengan sportivitas tinggi," tandasnya.

Sekadar diketahui, pertandingan ini merupakan laga penentu bagi Persija Jakarta untuk menyabet gelar juara di kasta tinggi kompetisi sepak bola Indonesia. Hanya unggul satu poin dengan PSM Makasar di puncak klasemen, Macan Kemayoran harus mengunci kemenangan agar tidak disodok di laga pamungkas.

Sebaliknya, Mitra Kukar diprediksi juga bakal bertarung habis untuk mendapatkan poin penuh agar tetap bertahan di Liga 1. Selama 33 pertandingan, Mitra Kukar hanya mengantongi 39 poin selisih dua poin dengan PSMS Medan yang berada di dasar klasemen dan memiliki poin sama dengan Sriwijaya FC, PS TNI dan Perseru Serui. Artinya, jika kalah, bisa membuat mereka terlempar ke Liga 2.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE