Pascaputing Beliung, Stasiun Batu Tulis Bogor Kembali Normal

Pascaputing Beliung, Stasiun Batu Tulis Bogor Kembali Normal
Sejumlah pekerja tengah memperbaiki Stasiun Kereta Bogor-Sukabumi Batu Tulis Kota Bogor kembali normal usai ditejang bencana puting beliung, Jumat, 7 Desember 2018. ( Foto: BeritaSatu Photo / Vento Saudale )
Vento Saudale / WBP Jumat, 7 Desember 2018 | 18:55 WIB

Bogor- Operasional Stasiun Batu Tulis Bogor kembali normal setelah tidak bisa melayani perjalanan kereta Bogor-Sukabumi dan sebaliknya akibat puting beliung, Kamis (6/12) sore.

Kepala Stasiun Batu Tulis Joko Sugiyanto menjelaskan saat ini operasional tiketing dan perjalanan kereta api kembali normal seperti biasa meski listrik di sekitar wilayah Batu Tulis masih padam. “Listrik padam, tetapi kami menggunakan genset untuk memperlancar operasional stasiun,” kata Joko, Jumat (7/12).

Joko menjelaskan, saat ini terdapat 12 petugas untuk melakukan perbaikan atap stasiun yang rusak akibat terhempas angin puting beliung. Meski kondisi bangunan rusak parah, namun aktivitas di Stasiun Batu Tulis berlangsung normal meski belum dipasangi pemberitahuan dampak bahaya di sekitar bangunan yang rawan roboh.

“Untuk sementara kami melakukan pengawasan dan imbauan kepada pengunjung agar jangan dekat-dekat ke bangunan yang rawan roboh. Misalnya, atap di ruang tunggu kayu penyangganya sudah patah. Jadi rentan sekali, pengunjung dilarang duduk di bawah atap itu,” ujarnya.

Dari pantauan di lokasi, gedung Stasiun Batu Tulis terdampak cukup parah di bagian atap. Sementara lalu lintas di sekitar Stasiun Batu Tulis nampak padat merayap.

Kepala Dinas Sosial Kota Bogor Azrin Syamsuddin mengatakan, bantuan terhadap korban yang terdampak angin puting beliung sudah diberikan berupa bahan makanan, pakaian serta selimut. Menurutnya, bantuan makanan yang diberikan cukup untuk pasokan selama 7-10 hari sesuai porsi kepala keluarga yang tercatat menjadi korban. “Nantinya akan ada bantuan susulan, kita juga sudah membuat posko dan dapur umum untuk membantu para warga korban yang terdampak,” ujarnya.

Pendataan akan terus ditindaklanjuti oleh lurah dan camat setempat dan langsung diteruskan ke dinas sosial.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE