Cukup dengan QR Code, Warga Bisa Baca 12 Cerita Wayang

Cukup dengan QR Code, Warga Bisa Baca 12 Cerita Wayang
Ilustrasi wayang kulit. ( Foto: Ist / Ist )
Lenny Tristia Tambun / WBP Senin, 17 Desember 2018 | 18:33 WIB

Jakarta – Untuk mendekatkan budaya wayang kepada kaum milineal, Bank Indonesia (BI) Perwakilan DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI membuat terobosan baru berupa teknologi digital membaca cerita wayang dengan mudah. Melalui aplikasi QR Code -memindai kode yang telah dibuat - warga Jakarta, dapat membaca 12 cerita wayang dimana pun mereka berada. Teknologi QR Code Wayang dan Program Indonesia Bersih untuk Pariwasata DKI Jakarta yang berkelanjutan diluncurkan BI DKI Jakarta dan Pemprov DKI di Museum Wayang, kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Senin (17/12).

Adapun 12 cerita wayang yang dapat diakses yakni, Wayang Revolusi, Wayang Beber, Wayang Kulit Kiai Intan, Wayang Cina Jawa, Wayang Golek, Wayang Sadat, Wayang Golek Cepak Cirebon, Wayang Klitik, Wayang Suket, Wayang Wahyu, Wayang Golek Lenong Betawi, dan Wayang Kancil.

Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta, Trisno Nugroho mengatakan untuk menyukseskan Kota Tua sebagai bagian dari 10 destinasi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta menginisiasi pembuatan QR Code yang memuat informasi mengenai wayang di Museum Wayang.

“QR Code ini merupakan bagian dari strategi 3A pada poin amenity; dengan menggunakan teknologi sederhana namun dapat manfaat luar biasa, karena wisatawan dapat mengakses informasi dengan cepat dan juga paperless sehingga tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup,” kata Trisno di lokasi acara.

BI DKI Jakarta mendorong para mahasiswa yang tergabung dalam komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) DKI Jakarta untuk melaksanakan program Indonesia Bersih. Mereka merupakan mahasiswa/i penerima beasiswa Bank Indonesia dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta.

“Peran serta GenBI adalah melakukan edukasi kepada warga dan meningkatan awareness serta keterlibatan aktif masyarakat DKI Jakarta, serta memberikan bantuan sarana dan prasara pemilahan sampah,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, BI DKI juga memberikan bantuan sarana dan prasarana ibadah kepada Masjid An Nur Kota Intan yang berada di lingkungan Kota Tua. “Hal ini merupakan bagian salah satu upaya kami untuk berkontribusi menningkatkan layanan kepada wisatawan,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Perekonomian Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Sri Haryati mengatakan, pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terus dilakukan. "Kami meningkatkan alokasi anggaran untuk pengembangan sektor pariwisata. Targetnya, kunjungan wisatawan lokal maupun asing semakin meningkat setiap tahun," kata Sri.

Sedangkan Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Asiantoro mengatakan dalam QR Code ini, cerita wayang ditulis dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Inggris. Pengunjung Museum Wayang yang akan mengakses cerita wayang melalui pemindaian QR Code, tidak dikenakan biaya alias gratis.

"Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, terobosan ini sebagai upaya mengajak generasi milenial mengenal ragam budaya nusantara, khususnya wayang," terang Asiantoro.



Sumber: BeritaSatu.com