Pose 1 Jari, Bima Arya Siap Klarifikasi ke Bawaslu

Pose 1 Jari, Bima Arya Siap Klarifikasi ke Bawaslu
Wali Kota Bopor Bima Arya dan ulama Bogor sambut kehadiran KH Ma'ruf Amin Sabtu 5 Januari 2018. ( Foto: Beritasatu Photo / Markus Sihaloho )
Vento Saudale / WBP Jumat, 11 Januari 2019 | 10:44 WIB

Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya akan mengklarifikasi kepada Bawaslu Kota Bogor terkait pose satu jarinya saat kunjungan Calon Wakil Presiden nomor urut 1, Ma'aruf Amin ke Bogor akhir pekan lalu.

Bima mengonfirmasi pemanggilan dirinya oleh Bawaslu. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu pun akan memenuhi pemanggilan tersebut Jumat (11/1). “Ya sore ini akan ke Bawaslu untuk menjelaskannya pose satu jari sekaligus silaturahmi,” papar Bima.

Pada saat pemanggilan itu, Bima akan menjelaskan pose satu jari yang menjadi polemik. Menurutnya, saat menyambut Ma'ruf Amin mengunjungi Pondok Pesantren Al-Ghazaly, dia ditanya kehadirannya mengingat PAN merupakan partai pengusung pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Saat ditanya, alasan saya hanya satu (menujukan jari). Yakni memuliakan tamu. Bila orang punya tafsir lain mereka punya hak untuk menafsirkannya. Tapi secara pribadi, dalam kesempatan itu. Satu, sesuai ajaran rasululllah shallallahu alaihi wa sallam untuk memuliakan tamu,” Bima menjelaskan.

Terkait pilpres, Bima menjelaskan bahwa dirinya sebagai kepala daerah tetap bersikap netral. Ia masih tetap fokus menuntaskan pekerjaannya di Bogor.

Ketua Bawaslu Kota Bogor, Yustinus Eliyas menjelaskan, Bawaslu sengaja mengundang Bima Arya untuk mempersiapkan jelang pileg dan pilpres yang tinggal hitungan bulan. Dalam kegiatan itu, Bawaslu Kota akan meminta keterangan terkait polemik pose satu jari.

“Kami akan melakukan langkah penelusuran dan meminta keterangan dari berbagai pihak termasuk pak wali kota. Kami akan mengundang sekaligus silaturahmi sama semuanya termasuk wali kota,” paparnya.



Sumber: BeritaSatu.com