Pemkot Bogor Petakan Titik Rawan Kriminalitas

Pemkot Bogor Petakan Titik Rawan Kriminalitas
Wali Kota Bogor Bima Arya saat memimpin rapat kerja awal tahun Pemerintah Kota Bogor di kolong jembatan Sempur, Kota Bogor, Senin 7 Januari 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Vento Saudale )
Vento Saudale / FER Jumat, 11 Januari 2019 | 15:33 WIB

Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana memetakan titik-titik rawan kriminalitas dan hasilnya akan dipublikasikan kepada warga. Hal itu guna mencegah hal serupa kasus penganiayaan hingga menyebabkan meninggalnya Andriana Yubelia Noven Cahya (18) kemarin.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, pihaknya telah mememinta lurah dan camat untuk memetakan titik rawan kriminalitas di wilayahnya masing-masing.

"Saya minta bukan hanya peta kerawanan bencana saja yang kita punya, tetapi juga peta kerawanan tindak kriminal. Saya minta lurah bisa menyampaikan hal tersebut kepada saya," ujar Bima Arya, Jumat (11/1).

Menurutnya, pemetaan titik rawan kriminalitas akan sangat berguna bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Nantinya, titik rawan kriminalitas tersebut akan disebarluaskan kepada masyarakat melalui portal resmi Pemkot Bogor. Selain itu, titik rawan yang diidentifikasi akan dipantau terus oleh aparat kepolisian dan TNI.

"Titik rawan ini akan dipantau terus. Titik rawannya kita bagi menjadi tiga zona, merah, kuning, dan hijau. Nanti titik rawan merah akan dipantau terus, jika kondisinya sudah aman terkendali nanti akan berubah zona jadi kuning, sampai nantinya jadi hijau," jelasnya.

Bima menambahkan, selama ini pihaknya sering menerima laporan dari media sosial (Medsos) terkait lokasi rawan kriminalitas di Kota Bogor. Beberapa titik lokasi rawan kriminalitas di antaranya seperti balap liar dan penjambretan Jembatan R3 Bogor Timur, pencopetan di jembatan penyebrangan Baranangsiang, tangga lapangan Sempur, Bioskop Eks Presiden, dan beberapa tempat lainnya.

"Pemimpin wilayah mulai RT hingga camat diharapkan untuk memastikan fasilitas publik baik, fasilitas yang minim penerangan segera dikoordinasikan dengan dinas terkait. Juga tekankan agar siskamling bisa kembali digalakkan," tegasnya.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE