1.385 Siswa SMK Jakarta Terima Sertifikasi Konstruksi Bangunan

1.385 Siswa SMK Jakarta Terima Sertifikasi Konstruksi Bangunan
Ujian nasional berbasis komputer. ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / JAS Kamis, 24 Januari 2019 | 15:55 WIB

Jakarta – Sebanyak 1.385 siswa dari sembilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jakarta telah mengikuti uji sertifikasi kompetensi bidang konstruksi bangunan. Dan mereka dinyatakan lulus dan berhak menerima Sertifikasi Bidang Konstruksi Bangunan.

Penyerahan sertifikasi tersebut diberikan langsung Gubernur DKI, Anies Baswedan secara simbolis kepada 36 siswa SMK di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (24/1).

Dalam acara tersebut, Anies menginginkan seluruh peserta didik SMK di Jakarta terus diberikan pembinaan dengan baik. Sehingga mampu menghasilkan calon tenaga kerja terampil, terutama dalam bidang konstruksi bangunan yang sangat dibutuhkan di Kota Jakarta.

“Jadi mereka tidak hanya disiapkan untuk masuk ke perguruan tinggi, tetapi juga bisa disiapkan untuk bekerja dan disesuaikan dengan kebutuhan industri konstruksi di tanah air, khususnya Ibu Kota Jakarta,” kata Anies.

Dengan adanya penyelenggaran uji sertifikasi kompetensi bidang konstruksi bangunan, Anies mengharapkan akan ada semakin banyak peserta didik SMK yang tersertifikasi. Karena sertifikasi tersebut merupakan modal untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus sekolah.

Apalagi di Jakarta, kebutuhan tenaga kerja terampil yang tersertifikasi amat tinggi dan sangat dibutuhkan. Ini menjadi peluang besar untuk diisi oleh peserta didik SMK Jakarta.

“Jadi ini penting. Karena industri konstruksi di Jakarta, salah satu industri yang perkembangannya amat pesat. Tanggung jawab kami adalah menyiapkan anak-anak kita, agar mereka pun bisa ikut berkompetisi di pasar tenaga kerja dengan membawa kompetensi sertifikasi yang memungkinkan mereka untuk berkarya dan bisa lebih sejahtera,” ujarnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengapresiasi Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) yang telah bekerja sama dalam proses sertifikasi ini.

Setiap lulusan SMK di Jakarta yang memperoleh sertifikasi keahlian bidang konstruksi, diharapkan dapat mengembangkan ilmu dan keahliannya di tingkat jenjang pendidikan lebih tinggi, berguna di lingkungan masyarakat.

Sehingga pada akhirnya mampu mempertajam keahlian konstruksi dengan karir cemerlang yang diakui oleh dunia konstruksi Indonesia dan internasional.

“Bersyukur hari ini kita bisa memberikan sertifikasinya. Terima kasih kepada LPJK yang telah membantu proses ini. Kita juga berharap nantinya di semua sektor kita bisa mendorong sertifikasi seperti ini. Nanti Pak Kepala Dinas harap didorong agar semua sektor SMK kita itu bisa mendapatkan sertifikasi ini,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Anies juga memberikan penghargaan kepada sekolah pemenang Lomba Adiwiyata Nasional dan Mandiri Tahun 2018, serta Pemenang Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2018.

Secara simbolis menyerahkan penghargaan kepada sembilan sekolah pemenang Lomba Adiwiyata Nasional dan 10 sekolah pemenang Lomba Adiwiyata Mandiri. Kemudian, Anies turut menyerahkan penghargaan kepada enam pemenang Lomba Sekolah Sehat Tingkat SMA/MA/SMK, enam pemenang Tingkat SMP/MTs, enam pemenang Tingkat SD/MI, dan lima pemenang Lomba Sekolah Sehat Tingkat TK/RA.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakara, Bowo Iriranto mengatakan penyelenggaraan Uji Kompetensi Bidang Konstruksi Bangunan yang dikuti oleh 1.385 peserta didik dari sembilan SMK di DKI Jakarta, pada 31 Oktober hingga 2 November 2018 di JIEXPO Kemayoran Jakarta.

“Ada empat bidang sertifikasi kompetensi yang diselenggarakan yaitu bidang konstruksi plumbing, konstruksi batu, konstruksi kayu dan konstruksi besi,” kata Bowo.

Sedangkan sembilan SMK yang mengikuti uji kompetensi, menurutnya, adalah SMK Tanjung Priok 1 sebanyak 143 Peserta didik; SMK Al Khariyah 2 sebanyak 171 Peserta didik; SMK Negeri 1 Jakarta sebanyak 263 peserta didik; SMK Negeri 4 Jakarta sebanyak 197 peserta didik; SMK Negeri 56 Jakarta sebanyak 169 peserta didik; SMK Negeri 58 Jakarta sebanyak 26 peserta didik; SMK Negeri 52 Jakarta sebanyak 92 peserta didik; SMK Negeri 35 Jakarta sebanyak 190 Peserta didik dan SMK Negeri 26 Jakarta sebanyak 134 peserta didik.



Sumber: BeritaSatu.com