Terlilit Utang Daring, Pengemudi Taksi Gantung Diri

Terlilit Utang Daring, Pengemudi Taksi Gantung Diri
Logo Beritasatu.com ( Foto: Dok Beritasatu.com )
Bayu Marhaenjati / BW Senin, 11 Februari 2019 | 20:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Tragis. Gara-gara terlilit utang daring, seorang pengemudi taksi atas nama Zulfadhli (35) diduga nekat gantung diri, di indekosnya, Jalan Mampang Prapatan VII, RT 05 RW 06, Kelurahan Tegal Parang, Jakarta Selatan.

Kanit Reskrim Polsek Mampang Prapatan Iptu Anton Apriyanto mengatakan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Ia tergantung tali di pintu kamar mandi indekosnya, sekitar pukul 09.00 WIB, Senin (11/2).

"Ditemukan mayat seorang laki-laki gantung diri. Pekerjaan korban pengemudi taksi," ujar Anton, Senin (11/2).

Dikatakan, berdasarkan keterangan saksi, Nardi (22) -rekan korban-, peristiwa ini bermula ketika korban datang ke kamar indekosnya dan berniat numpang menginap karena tidak bisa tidur di mess sopir taksi, Minggu (10/2).

"Kemudian, saksi meninggalkan korban karena ada pekerjaan sebagai tukang cuci mobil taksi," ungkapnya.

Anton menyampaikan, saksi baru kembali ke kamar indekos sekitar pukul 09.00 WIB, Senin ini. "Kondisinya kamar kos terkunci. Ketika diketok tidak ada jawaban, akhirnya pintu di dobrak, dan menemukan korban sudah dalam keadaan gantung diri, di pintu kamar mandi kamar," katanya.

Menurut Anton, berdasarkan keterangan saksi, korban datang dalam kondisi wajar dan sehat. Tidak menunjukkan perilaku aneh serta tidak menceritakan keluh kesah.

"Korban ditemukan gantung diri dengan seutas tali di pintu kamar mandi, dan ditemukan surat (diduga dibuat oleh korban)," katanya.

Berikut bunyi surat itu:

"Maafkan saya telah membuat semua orang susah. Anak anak jangan lah pernah kalian menjadi orang yang suka berbohong. Ayah telah membuat kalian susah, kelak menjadilah orang orang yang jujur. Istri ku maafkan aku yang tak pernah membuat kalian bahagia."

"Kepada ojk dan pihak berwajib tolong berantas pinjaman online yang telah membuat jebakan setan: wahai para rentenir online kita bertemu nanti di alam sana. Jangan pernah ada yang bayar hutang online saya, karna hanya saya yang terlibat tidak ada orang lain terlibat kecuali saya."



Sumber: Suara Pembaruan