BNN Jakut Ciduk 3 Pengedar Narkoba Rumahan

BNN Jakut Ciduk 3 Pengedar Narkoba Rumahan
Petugas BNNK Jakarta Utara mengamankan 3 orang pengedar narkotika rumahan yang biasa beroperasi di wilayah permukiman padat penduduk di Bonpis dan Budi Mulia, Selasa (5/3/2019) pagi. ( Foto: Suara Pembaruan / Carlos Roy Barus )
Carlos Roy Fajarta / BW Selasa, 5 Maret 2019 | 14:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jakarta Utara mengamankan tiga pengedar narkoba yang biasa beroperasi dengan transaksi di dalam permukiman rumah di kawasan Kampung Muara Bahari dan Pademangan, Jakarta Utara.

"Para pelaku melakukan transaksi di dalam rumah. Para pembeli langganan mereka mendatangi rumah tersebut untuk mendapatkan narkotika jenis sabu-sabu," ujar Kasie Brantas BNNK Jakarta Utara Putu Darmawan, Selasa (5/3/2019) pagi, saat konferensi pers di Gedung Mitra Praja Sunter.

Putu Darmawan menyebutkan, dua pelaku berinisial MH dan FR diamankan di gang Bonpis, Kampung Muara Bahari, Selasa (22/1) lalu. Keduanya merupakan bandar dan bagian dari jaringan yang berbeda.

"Dari tangan MH kita amankan 31,08 gram sabu-sabu dan dari tangan FR diamankan 41,66 gram sabu-sabu. Jaringan MH berinisial MD sedangkan jaringan FR adalah KM dan KC ketiganya masih dalam pengejaran (DPO)," tambah Putu Darmawan.

Putu Darmawan menjelaskan, para pelaku menjual sabu-sabu dengan harga Rp 150.000 per kemasan plastik dengan berat 0,1 gram.

Satu orang tersangka lainnya, berinisial DF diringkus di Jalan Budi Mulia dengan barang bukti 9 paket sabu seberat 4,2 gram sabu-sabu.

"DF berperan sebagai penampung barang bukti narkotika sabu-sabu dari kakaknya yang masih buron, sekali penitipan dia mendapatkan uang Rp 50.000," jelas Putu Darmawan.

MH dan FR dikenai pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 dengan ancaman hukuman pidana minimal 5 tahun penjara dan maksimal hukuman mati. Sedangkan DF dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 dan Pasal 112 ayat 1 dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal penjara seumur hidup.



Sumber: Suara Pembaruan