Kartu Jelajah, Kartu Tiket Elektronik MRT Jakarta

Kartu Jelajah, Kartu Tiket Elektronik MRT Jakarta
Warga mengikuti uji coba publik pengoperasian MRT (Mass Rapid Transit) fase I koridor Lebak Bulus - Bundaran HI di Jakarta, Selasa 12 Maret 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. / SP/Joanito De Saojoao. )
Lenny Tristia Tambun / JAS Sabtu, 16 Maret 2019 | 09:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Impian warga Jakarta untuk mempunyai transportasi publik yang modern seperti kota-kota besar lainnya di dunia sebentar lagi akan terwujud. Setelah melaksanakan uji coba publik yang akan berakhir pada 24 Maret, Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta akan segera diresmikan operasional komersialnya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) antara tanggal 24 hingga 31 Maret 2019.

Untuk itu, PT MRT Jakarta sudah menyiapkan kartu tiket elektronik MRT Jakarta dengan nama “Jelajah”. Kartu ini akan digunakan para penumpang yang ingin menikmati layanan transportasi publik berbasis rel ini dari Stasiun Bundaran Hotel Indonesi (HI) hingga Stasiun Lebak Bulus yang terbentang hampir 16 kilometer dengan waktu tempuh hanya 30 menit saja.

Sebagai persiapan menuju operasi komersial, meskipun tarif MRT Jakarta belum ditetapkan oleh DPRD DKI, PT MRT Jakarta telah mencetak sebanyak 954.000 Kartu Jelajah.

Kartu Jelajah yang akan dikeluarkan terdapat dalam dua jenis, yaitu kartu single trip dan multi trip.

Kartu Jelajah

Perbedaan kartu ini adalah kartu single trip hanya untuk perjalanan sekali jalan dan masih bisa digunakan dalam tujuh hari dengan diharuskan top up saat ingin berangkat.

Sedangkan, kartu multi trip dapat digunakan lebih dari satu kali dan jika saldo habis dapat di-top up dengan masa berlaku kartu yang lebih panjang. Kedua kartu ini saat ini sedang proses perizinan dari Bank Indonesia.

Jangan khawatir bila kehabisan Kartu Jelajah, karena selain menggunakan kartu khusus yang diterbitkan oleh MRT Jakarta, warga yang akan menggunakan moda baru ini juga dapat menggunakan kartu uang elektronik bank yang sudah ada saat ini. Di antaranya Bank Mandiri, BCA, BRI, BNI, dan Bank DKI.

Hal itu dibenarkan Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta, William P Sabandar. Dijelaskannya sistem tiket MRT Jakarta hampir sama dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, yakni menggunakan kartu elektronik. Tahap awal, hanya lima Bank yang kartu elektroniknya bisa digunakan sebagai tiket masuk ke MRT Jakarta.

“Iya benar, selain kita mengeluarkan kartu sendiri, yakni Kartu Jelajah, sudah ada kartu elektronik dari lima bank, yaitu BNI, BRI, Mandiri, BCA dan Bank DKI, sudah bisa digunakan sebagai alat pembayaran tiket masuk ke MRT,” kata William, Sabtu (16/3/2019).

Dengan adanya kerja sama lima bank yang memiliki kartu elektronik, tambahnya, terjadi integrasi dalam sistem pembayaran tiket elektronik MRT Jakarta.

Tak hanya uang elektronik dari berbagai bank, lanjut William, PT MRT Jakarta juga telah menyiapkan Kartu Jelajah dengan jenis single trip dan multi trip untuk calon penumpang. Untuk kartu tersebut, terdapat dua cara pembelian, yakni di loket tiket dan di mesin tiket otomatis atau vending machine.

"Saat ini belum bisa digunakan. Warga dapat membelinya setelah MRT Jakarta resmi beroperasi," ujar William Sabandar.

Namun, untuk sementara waktu, Kartu Jelajah hanya bisa digunakan membayar tiket masuk MRT saja. Belum dapat digunakan untuk membayar tiket moda transportasi publik lainnya seperti Transjakarta dan KRL Commuter Line.

“Ini hanya untuk sementara saja. Nanti kedepannya, kita akan integrasikan kartu Jelajah agar dapat digunakan untuk membayar tiket transportasi publik yang ada di Jakarta,” ungkap William.

Terkait tarif tiket MRT Jakarta yang akan dibayarkan penumpang, William Sabandar mengungkapkan belum tahu besarannya. Karena saat ini, besaran tarif dan subsidi MRT Jakarta masih dalam pembahasan antara Pemprov DKI dengan DPRD DKI.

Kendati demikian, pihaknya telah mengusulkan besaran tarif sebesar Rp 10.000 per 10 kilometer per penumpang. “Kita harapkan sebelum beroperasi, besaran tarifnya sudah dapat ditetapkan,” harap William Sabandar.

Sementara itu, Kepala Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaludin mengatakan ke depan, Kartu Jelajah milik PT MRT Jakarta akan diintegrasikan dengan Light Rail Transit (LRT) Jakarta.

“Kartu MRT akan menunjang proyek gubernur, yaitu program integrasi antara MRT dengan LRT. Dan tentunya juga akan bergabung dengan program Jak Lingko,” kata Kamaludin.

Dijelaskannya, khusus dengan Kartu Jelajah jenis multri trip, pihaknya sudah melakukan uji provo concept test. Setelah ini, pihaknya akan melanjutkan dengan melakukan sistem integrasi tes dan user acceptance tes hingga terakhi production trial run.

“Kita kemarin sudah langsung bertemu dengan pihak Bank Indonesia (BI). Memang uji coba kartunya masih banyak. Tetapi kami akan lanjutkan terus. Apa pun yang dibutuhkan dan arahan dari BI, akan kami siapkan. Semoga izin kartu multi trip ini bisa keluar sebelum tanggal operasi komersial,” ujar Kamaludin.



Sumber: BeritaSatu.com