Kemungkinan Sandiaga Jadi Wagub Lagi Kecil

Kemungkinan Sandiaga Jadi Wagub Lagi Kecil
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menunjukkan surat suara sebelum menggunakan hak pilih pada Pemilu 2019 di TPS 02, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (17/4/2019). ( Foto: ANTARA FOTO / Dhemas Reviyanto )
Erwin C Sihombing / YUD Senin, 22 April 2019 | 13:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat politik Emrus Sihombing menilai peluang bagi Sandiaga Uno untuk kembali menjabat Wagub DKI sangat kecil. Namun kemungkinan itu kecil, sebab Sandi selaku figur yang peduli citra tentu menjaga persepsi publik terhadap keputusannya yang memilih mundur daripada mengambil opsi cuti sebagai kepala daerah untuk berkontestasi pada Pilpres 2019.

"Bisa saja itu terjadi. Hanya saja, dia sudah mundur secara ksatria, belum tentu mau menjabat Wagub DKI lagi, dan (kalau menjabat lagi) itu tidak bagus dilihat publik," kata Emrus, di Jakarta, Senin (22/4/2019).

Sejak pencoblosan, Rabu (17/4/2019) lalu, Sandiaga belum memberi pernyataan terkait kemungkinan dirinya mengisi pos Wagub DKI. Dalam kondisi sakit, Sandi hanya menyemangati pendukungnya untuk terus mengawal dan menjaga suara.

Emrus mengatakan, politik di Indonesia dinamis dan cair. Namun pada praktiknya kental dengan pragmatisme. Artinya segala kemungkinan bisa saja terjadi asalkan didasari dari kompromi dan lobi-lobi. Sekalipun begitu, konstelasi politik di DKI sudah berubah setelah pilpres.

PKS yang telah mengirimkan dua kadernya untuk diproses dalam paripurna DPRD DKI kini berdasarkan hasil real count sementara KPU, menempati urutan kedua di DKI dengan raihan 18,01 persen suara, kalah tipis dari PDI-P yang meraih 19,01 persen suara.

Dengan kekuatan yang sebesar itu, tidak mungkin PKS membiarkan kursi Wagub DKI kembali diduduki Sandi, "Tentu PKS akan berjuang, tidak mungkin melepas begitu saja," kata Emrus.

Pihak PKS enggan mengomentari spekulasi kembalinya Sandi menjabat Wagub DKI. Humas DPW PKS DKI Jakarta Zakaria Maulana Alif mengatakan pihaknya sekarang ini masih fokus mengawal suara C1 pada Pilpres 2019.

Ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo juga menolak memberi pernyataan terkait kemungkinan Sandi balik lagi menjabat Wagub DKI. Pasalnya koalisi pendukung Prabowo-Sandi masih meyakini pasangan 02 yang memenangi Pilpres 2019 sebagaimana deklarasi yang telah dilakukan sebanyak tiga kali.

"Sandi akan menjadi pemenang dalam Pilpres dan pasangan Prabowo-Sandi akan ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024," ujar Syakir.



Sumber: Suara Pembaruan