Gerindra: Sandi Tak Mungkin Jadi Wagub Lagi

Gerindra: Sandi Tak Mungkin Jadi Wagub Lagi
Ketua panitia kampanye akbar Prabowo-Sandi di Jakarta, M. Taufik menilai kampanye akbar Prabowo-Sandi di GBK, mencerminkan kebhinekaan.
Lenny Tristia Tambun / JAS Senin, 22 April 2019 | 15:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua DPD DKI Partai Gerindra, Muhamad Taufik menegaskan calon wakil gubernur (cawagub) tetap berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Tidak ada keinginan dari dua partai politik yang berkoalisi saat Pilkada DKI 2017 mengganti cawagub dari partai lain di luar partai PKS.

“Dua nama calon wakil gubernur DKI kan sudah diserahkan ke PKS,” tegas Taufik, Senin (22/4/2019).

Pernyataan ini disampaikannya karena banyaknya spekulasi calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno akan kembali menjadi Wagub DKI setelah kalah dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Taufik mengatakan pihak yang berspekulasi Sandiaga akan kembali lagi menjadi Wagub DKI, mengingat rapat pemilihan wagub DKI akhirnya akan digelar setelah Pemilu 2019, adalah pihak yang tidak menggunakan akal sehat.

Selain itu, mereka tidak mengenal secara dekat sosok Sandiaga Uno. Sebab, berdasarkan pengamatannya, Sandiaga bukan seorang pemburu jabatan. Sehingga ia yakin, Sandiaga tidak akan mau kembali lagi menjadi Wagub DKI.

“Ini yang ngomong gitu, orang yang akal sehatnya kurang. Pak Sandi bukan pemburu jabatan. Jadi enggak mungkin itu. Kalau ke wagub enggak mungkin. Enggak mungkin. Namun kalau kembali lagi ke Gerindra, itu soal lain,” ujar Taufik.

Wakil Ketua DPRD DKI ini meminta semua pihak menunggu hasil perhitungan suara dari KPU RI yang saat ini masih terus berlangsung. “Kita mengacu real count KPU dan real count kita saja,” tukasnya.