Anies: Banjir Kemarin Tidak Separah di Zaman Ahok

Anies: Banjir Kemarin Tidak Separah di Zaman Ahok
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meninjau lokasi banjir di Pancoran dan Cawang, Kamis, 4 Februari 2019. ( Foto: Beritasatu.com/Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / IDS Kamis, 2 Mei 2019 | 14:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pekan lalu, mantan Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok sempat menyatakan banjir yang terjadi di Jakarta lama surut karena pompa air terlambat didatangkan dan sampah menutupi pompa air. Merespons itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyatakan, banjir yang dialami Jakarta akhir pekan lalu belum separah yang terjadi pada era kepemimpinan BTP.

“Saya terima kasih, semua orang yang pernah bertugas di Jakarta, termasuk Pak Basuki pasti berpengalaman terkait banjir. Apalagi Pak Basuki, karena banjir yang kemarin itu bukan apa-apanya dibanding banjir yang pernah dialami Pak Basuki,” kata Anies Baswedan di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019).

Anies juga membandingkan jumlah pengungsi saat terjadi banjir beberapa hari lalu di Jakarta. Pada banjir pekan lalu, jumlah pengungsi hanya sebanyak 1.600 orang. Sementara di era kepemimpinan BTP, jumlah pengungsi mencapai 200 ribu orang.

“Jadi beliau memang pernah mengalami situasi yang sangat sulit dibandingkan dengan apa yang saya alami kemarin. Hanya 1.600 orang yang mengungsi. Pada waktu beliau yang bertugas, sampai 200 ribu lebih orang yang harus mengungsi,” terang Anies lagi.

Ia melihat bajir yang terjadi pekan lalu belum masuk ke wilayah pusat kota dikarenakan adanya aliran sungai dari hulu. Sehingga, banjir belum masuk ke wilayah saringan sampah atau menutupi pompa air.

“Yang minggu lalu itu terjadi Anda lihat, Jatinegara, sekitar kampung Pulo, sekitar Klender. Itu semua masih di wilayah Timur dan Selatan. Nah pompa-pompa kita itu banyaknya di pusat dan utara. Itu wilayah kebanyakan pompa. Nah kenapa pompa ada? Karena permukaan kanal-kanal seperti Gunung Sahari, air sungainya lebih tinggi daripada ke daratannya,” papar Anies.

Kendati demikian, dia mengapresiasi masukan dari BTP terkait penanganan banjir. Sebab ia akan selalu mengantisipasi hal-halt teknis terkait dengan banjir di Jakarta.

“Jadi kalau hujan, nanti kita akan cek juga. Tapi poin utamanya adalah kita apresiasi semua perhatian dan Insya Allah semua yang disebut sebagai isu-isu teknis akan selalu diantisipasi dengan baik,” tukas Anies.

Seperti diketahui, saat mengunjungi rumah dinas Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi pada Selasa (30/4/2019), BTP memberikan masukan untuk Pemprov DKI dalam menangani banjir di Ibu Kota Jakarta. Menurut BTP, salah satu kuncinya penanganan banjir adalah jangan membiarkan sampah menutupi pompa air.

BTP juga menyarankan petugas kebersihan selalu memastikan saringan pompa tidak tertutup sampah. Jika perlu, ada alat berat yang disiagakan 24 jam.



Sumber: BeritaSatu.com