Bima Arya Minta Warga Bogor Hindari Sahur On The Road

Bima Arya Minta Warga Bogor Hindari Sahur On The Road
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto ( Foto: BeritaSatu.com/Ezra Natalyn )
Vento Saudale / FER Minggu, 5 Mei 2019 | 22:11 WIB

Bogor, Beritsatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengimbau masyarakat untuk tidak melaksanakan sahur di jalanan (sahur on the road) selama Ramadan. Berkaca Ramadan sebelumnya, sahur di jalanan banyak dikeluhkan masyarakat karena kerap menimbulkan kegaduhan.

"Sebenarnya tidak melarang sahur bersama, tetapi tidak menyarankan untuk buat sahur on the road. Konvoi itu rawan kecelakaan, banyak laporan dari masyarakat yang resah dengan aktivitas itu. Berangkatnya malam, belum lagi kalau ada aksi vandalisme," ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya, Minggu (5/5/2019).

Baca Juga: Polda Metro Jaya Antisipasi Balap Liar Saat Ramadan

Bima pun meminta masyarakat untuk sama-sama menjaga ketentraman selama Ramadan. Bima juga meminta Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor untuk mewaspadai ekspansi pengemis dan gelandangan musimam yang menyerbu Bogor saat Ramadan tiba.

"Sebenarnya razia sudah rutin dilakukan, tetapi untuk Ramadan ini akan semakin rutin di lakukan. Kalau memang warga Kota Bogor pengemis tersebut akan kami bina di dinsos, kalau memang dari luar kami upayakan untuk memulangkan mereka," ucap Bima.

Untuk menjaga ketertiban selama Ramadan, Pemkot mengharuskan tempat hiburan malam dan sejenisnya untuk berhenti beroperasi sejak Minggu, 5 Mei 2019, hingga 8 Juni 2019. Hal tersebut sesuai dengan Surat Keputusan Wali Kota Bogor Nomor 300.45-126 tahun 2019, dalam rangka menghormati bulan suci Ramadan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor, Shahlan Rasyidi, menuturkan, setiap tahunnya Pemkot Bogor memang selalu membuat edaran untuk menutup tempat hiburan malam selama Ramadan.

"Rakornya baru saja selesai. Biasanya setelah disepakati, nanti kita akan buat surat edaran ke hotel-hotel, restoran, dan tempat hiburan malam di Kota Bogor," ucap Shahlan Rasyidi.

Menilik tahun-tahun sebelumnya, penutupan tempat hiburan malam dan sejenisnya di Kota Bogor berlangsung kondusif. Selain tempat hiburan malam, Pemerintah Kota Bogor juga mengatur operasional restoran dan tempat maka di Kota Bogor.

"Kami sarankan agar tempat makan buka pukul 14.00, dengan kondisi tertutup, apakah ditutup tirai. Kami tidak bisa melarang penutupan rumah makan karena banyak juga masyarakat non muslim yang butuh makan. Ya yang penting restoran itu bisa buka tapi tetap menghormati Ramadan," kata Shahlan.



Sumber: BeritaSatu.com