Operasi Pasar, Harga Cabai dan Telur di Tangerang Turun

Operasi Pasar, Harga Cabai dan Telur di Tangerang Turun
Ilustrasi cabai rawit. ( Foto: Antara )
Bayu Marhaenjati / FMB Minggu, 12 Mei 2019 | 13:37 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang mencatat, harga cabai merah keriting dan telur ayam mengalami penurunan harga di awal bulan puasa.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang, Agus Sugiono di Tangerang Minggu mengatakan, harga cabai merah keriting turun dari Rp 35.000/kg menjadi Rp 30.000/kg, kemudian harga telur ayam ras turun dari Rp 26.000/kg menjadi Rp 25.000/kg.

"Untuk harga bahan pokok lainnya masih stabil sebab stoknya memang masih dalam kategori aman. Hanya bawang putih saja yang naik. Namun ada juga yang turun yakni cabai merah keriting dan telur," ujarnya.

Sedang gula pasir mengalami kenaikan dari Rp 12.000/kg menjadi Rp13.000/kg. Termasuk juga cabai merah besar yang mengalami kenaikan dari Rp 38.000/kg menjadi Rp 44.000/kg.

Sebelumnya, Pemkot Tangerang bersama dengan Kementrian Perdagangan dan Bulog melakukan operasi pasar dalam menekan harga bahan pokok yang alami kenaikan yakni bawang putih.

Sebanyak empat ton bawang putih yang dijual dengan harga Rp 25.000 per kilogram, habis dibeli warga dan pengecer. Saat ini harga bawang putih pun sudah turun dari sebelumnya Rp 70.000 per kilogram menjadi Rp 40.000 per kilogram.

Pemerintah Kota Tangerang Banten memastikan stok bahan pokok selama bulan puasa dalam kondisi aman dan tak kekurangan.

"Kami sudah lakukan pengecekan ke lapangan dan stoknya dalam keadaan aman selama bulan puasa. Warga tak perlu khawatir," ujar Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah.

Terkait kenaikan harga bahan pokok, Wali Kota menuturkan jika hal tersebut disebabkan karena faktor meningkatnya permintaan warga. Walaupun ada kenaikan harga di beberapa barang tapi masih dalam batas wajar.

Wali Kota menilai kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok lebih dikarenakan meningkatnya biaya logistik dan bukan karena kurangnya stok. "Mungkin karena permintaannya meningkat menjelang bulan puasa," ungkap Arief.



Sumber: BeritaSatu.com