Pemprov DKI Akan Diskusi dengan KAI soal Kampung Bandan

Pemprov DKI Akan Diskusi dengan KAI soal Kampung Bandan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau lokasi pengungsi kebakaran Kampung Bandan, RW 05 Kelurahan Ancol, Kota Jakarta Utara pada Minggu, 12 Mei 2019. ( Foto: istimewa )
Carlos Roy Fajarta / CAH Senin, 13 Mei 2019 | 09:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemprov DKI Jakarta akan mendiskusikan mengenai keberadaan permukiman semi permanen Kampung Bandan, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Kota Jakarta Utara yang kebanyakan berdiri di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Hal tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Minggu (12/5/2019) kemarin saat meninjau tenda pengungsian. Dalam kesempatan tersebut Anies juga mengecek kesiapan petugas di lapangan untuk meringankan beban dari 3.500 jiwa yang terdampak kebakaran hebat Kampung Bandan sehari sebelumnya.

Dikatakan Anies, pihaknya belum memiliki rencana untuk membangun kembali kawasan permukiman semi permanen yang dilalap "si jago merah" itu. Anies berkata akan melakukan diskusi dengan PT KAI yang secara resmi memiliki banyak lahan di kawasan tersebut.

"Mungkin hari Senin atau Selasa kita akan bicara dengan PT KAI yang secara resmi memiliki banyak lahan di tempat ini. Untuk melihat secara detail situasi dan rencana ke depannya. Dari situ baru kita tentukan langkah-langkahnya," ujar Anies, Minggu (12/5) kemarin.

Ketika dikonfirmasi pada Senin (13/5/2019) pagi, Kahumas PT KAI Daop 1, Eva Chairunisa menyebutkan pihaknya juga belum mengetahui secara pasti detail kapan diskusi dengan Pemprov DKI Jakarta akan dilaksanakan.

"Kami juga masih menunggu informasi diskusi itu apakah nanti akan bertemu di tempat kami (KAI) ataupun dilokasi lainnya. Nanti perkembangan berikutnya akan kami informasikan," tutur Eva.

Sebagaimana diketahui, akibat dari kebakaran hebat di RT11, RT12, dan RT13/RW05, Kelurahan Ancol sebanyak 400 Kepala Keluarga atau kurang lebih 3.500 jiwa harus mengungsi di empat posko pengungsian utama yang disiapkan pemerintah setempat.

Sebagian besar masih tetap berupaya bertahan di area terbakar memungut sisa-sisa material rumah yang masih bisa digunakan serta berlindung di tempat posko pengungsian di area Ruko Grand Boutique Center (GBC) maupun area sekitar belakang WTC Mangga Dua itu.

Kebanyakan warga masih bertahan karena tengah menunggu kebijakan apakah masih bisa membangun kembali tempat yang mereka tinggali selama ini.

Kebutuhan Korban

Kasudin Sosial Jakarta Utara, Aji Antoko menyebutkan pihaknya memastikan kebutuhan dari korban kebakaran di Kampung Bandan terpenuhi dengan bantuan dari berbagai pihak.

"Kami menyiapkan makanan siap saji yang sudah diolah di dapur umum Sudin Sosial Jakarta Utara dan langsung di antarkan ke tenda maupun posko pengungsian yang ada di sekitar Kampung Bandan," ujar Aji.

Dikatakan Aji sebanyak 3.500 porsi makanan siap saji disiapkan jelang waktu berbuka puasa pada sore hari maupun saat sahur sebelum imsak pada dini hari. Selain itu untuk anak-anak yang berpuasa setengah hari pihaknya menyiapkan 500 box nasi beserta lauk-pauk.

"Menu makanannya bervariasi untuk makan siang tadi nasi, ayam goreng, sayur oseng sawi, kita juga menyiapkan susu untuk anak-anak. Bahkan untuk anak-anak yang bersekolah kita siapkan seragam, tas, maupun perlengkapan sekolah lainnya," tutur Aji



Sumber: Suara Pembaruan