Anies Klaim KAI Sepakat Bangun Rusun Bagi Korban Kebakaran Kampung Bandan

Anies Klaim KAI Sepakat Bangun Rusun Bagi Korban Kebakaran Kampung Bandan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau lokasi pengungsi kebakaran Kampung Bandan, RW 05 Kelurahan Ancol, Kota Jakarta Utara pada Minggu, 12 Mei 2019. ( Foto: istimewa )
Lenny Tristia Tambun / FER Selasa, 14 Mei 2019 | 19:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengklaim telah terjadi kesepakatan antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk membangun permukiman berupa rumah susun (rusun) bagi korban kebakaran di Kampung Bandan, Jakarta Utara.

"Jadi tadi ada Direktur Aset PT KAI ikut dalam rapat pimpinan (rapim). Dan kita menyepakati bahwa akan dibangun permukinan di sana,” kata Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Anies Baswedan menggelar rapim pagi tadi untuk membicarakan penanganan korban kebakaran di kawasan Kampung Bandan yang terjadi pada Sabtu (11/5/2019).

Kepada wartawan, Anies Baswedan mengatakan, untuk penanganan korban kebakaran di Kampung Bandan ada dua langkah yang akan dilakukannya. Yakni langkah penanganan jangka pendek dan jangka panjang.

"Kampung Bandan ada dua aspek. Penanganan jangka pendek dan penanganan jangka panjang,” ujar Anies Baswedan.

Untuk penanganan jangka pendek adalah memastikan semua warga yang terdampak kebakaran terjamin semua kebutuhan dasarnya. Diantaranya dijamin ada tenda pengungsian, pelayanan kesehatan, pelayanan pangan termasuk kebutuhan peralatan sekolah bagi anak-anak.

“Pemprov DKI memastikan jangka pendek. Kebutuhan mereka bisa dipenuhi. Tadi pagi kita rapat juga khusus soal Kampung Bandan. Itu jangka pendek. Kebutuhan dasar itu semua dipastikan aman,” terang Anies Baswedan.

Sedangkan untuk penanganan jangka panjang, Anies merencanakan untuk membangun permukiman di lahan seluas satu hektare di lokasi kebakaran tersebut. Lahan tersebut milik PT KAI.

"Betul sudah (dapat izin). Justru PT KAI merasa dengan cara begitu, maka jelas hunian yang menggunakan siapa. Dibangunnya siapa. Tanahnya juga pemanfaatnya jelas,” ungkap Anies Baswedan.

Dan BUMN ini sudah sepakat untuk bekerja sama dengan BUMD DKI yakni PT Pembangunan Sarana Jaya, membangun permukiman yang bisa dipakai warga korban kebakaran.

"Jadi solusinya, bukan mereka dipindah keluar dari Kampung Bandan. Tetapi solusi jangka panjang akan disiapkan hunian untuk lokasi sekarang terkena api itu. Jadi ukurannya sekitar satu hektare, tepatnya 1,08 hektar. Jadi itu solusi jangka panjang. Tentu akan dibangun ruman susun di lokasi itu juga. Jadi bukan direlokasi ke tempat lain,” papar Anies Baswedan.

Sambil menunggu pembangunan rusun rampung, Anies Baswedan mengungkapkan, akan disediakan shelter sebagai hunian sementara bagi korban kebakaran. Nanti, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI yang akan menyiapkan shelter-nya.

Terkait hunian yang terbakar ilegal atau tidak, Anies tidak mau berkomentar lebih lanjut. "Kalau itu, tanya ke PT KAI. Karena itu tanah PT KAI,” jawab Anies Baswedan.



Sumber: BeritaSatu.com