Emosi, Motif Pelaku Ucapkan Ancaman Bunuh Jokowi

Emosi, Motif Pelaku Ucapkan Ancaman Bunuh Jokowi
Pria yang Ancam Penggal Jokowi Terancam Hukuman Mati ( Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV )
Bayu Marhaenjati / BW Rabu, 15 Mei 2019 | 13:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi terus melakukan penyidikan terkait penangkapan Hermawan Susanto alias HS, tersangka kasus dugaan makar yang mengancam akan membunuh Presiden Joko Widodo. Hasil pemeriksaan, motif yang bersangkutan mengucapkan ancaman itu karena emosi.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Rabu (15/5/2019), mengatakan, penyidik masih mendalami dan mempelajari kasus pengancaman terhadap Presiden Jokowi yang dilakukan Hermawan itu.

"Namun, nanti kita pelajari, itu nanti ada saksi ahli yang akan melihat itu posisi dia berucap, posisi dia melihat kamera, itu ahli yang menilai," ungkap Argo.

Menurut Argo, penyidik juga masih menyelidiki sosok perempuan yang merekam video ancaman itu. "Kita lakukan penyelidikan dulu ya," kata Argo.

Diketahui, jagat maya dihebohkan dengan beredarnya rekaman video berisi, seorang pria yang mengancam akan membunuh Presiden Joko Widodo. Pria berjaket warna coklat yang belakangan diketahui bernama Hermawan Susanto, itu menyampaikan ancaman ketika mengikuti sebuah aksi unjuk rasa, di Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019) lalu.

Polisi kemudian menangkap Hermawan di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor, sekitar pukul 08.00 WIB, Minggu (12/5/2019) pagi. Polisi pun sudah melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan.



Sumber: Suara Pembaruan