Tangani Ciliwung, Pemkot Bogor Minta Bantuan Dana ke DKI

Tangani Ciliwung, Pemkot Bogor Minta Bantuan Dana ke DKI
Masyarakat Sempur, Kota Bogor masih melakukan aktivitas di bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung. Dalam waktu dekat, Pemkot Bogor mulai lakukan aksi normalisasi sungai. ( Foto: Beritasatu.com / Vento Saudale )
Vento Saudale / BW Rabu, 15 Mei 2019 | 14:15 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Pemkot Bogor mengajukan bantuan dana pembangunan tembok penahan tanah (talud) senilai Rp 50 miliar kepada Provinsi DKI Jakarta pada 2020.

Dana itu akan digunakan untuk membangun talud sepanjang 300 meter di 14 kelurahan di sempadan daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung.

Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan dan Pengembangan Wilayah Bappeda Kota Bogor Soni Riyadi, Rabu (15/5/2019), mengatakan, dana Rp 50 miliar itu diajukan beberapa dinas untuk mendukung program utama Pemkot Bogor dalam naturasilasi Ciliwung.

Pembangunan itu, kata Soni, sifatnya mendesak, mengingat Kota Bogor merupakan pintu dua sungai, yaitu Ciliwung dan Cisadane. Ciliwung perlu diprioritaskan mengingat aliran air dari sungai ini akan bermuara di Jakarta.

Debit air tinggi di Sungai Ciliwung dampaknya cukup signifikan terhadap wilayah Jakarta. Ketika banjir di Jakarata, Kota Bogor selalu dianggap sumber masalahnya. Padahal belum tentu semua justifikasi itu benar, mungkin saja ada hal lain juga yang perlu diperbaiki di wilayah DKI Jakarta.

Sebelumnya, Pemkot Bogor juga menerima bantuan dana dari pemerintah pusat senilai Rp 5,8 miliar yang akan dialokasikan terhadap pembangunan terasering, drainase, trek joging, dan ruang terbuka hijau. Dana itu dikucurkan melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Permukim) Kota Bogor tahun ini.



Sumber: BeritaSatu.com