Tokoh Agama Jakut Ajak Umat Muslim Tidak Terprovokasi People Power

Tokoh Agama Jakut Ajak Umat Muslim Tidak Terprovokasi People Power
Ratusan massa melakukan aksi menolak people power. ( Foto: Suara Pembaruan/Arnold Sianturi )
Carlos Roy Fajarta / FMB Rabu, 15 Mei 2019 | 15:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com -  Tokoh-tokoh agama di Jakarta Utara mengajak masyarakat, pada khususnya umat Muslim, untuk tidak terprovokasi ajakan people power yang berupaya untuk membuat situasi keamanan tidak kondusif dan meresahkan masyarakat.

Pengurus Yayasan Muballighah Amanah, Ustaz Wagino Salim mengimbau umat untuk tetap bersatu dan tidak terhasut ajakan-ajakan untuk berbuat onar atau keributan menjelang pengumuman rekapitulasi Pemilu 2019 oleh KPU RI pada 22 Mei 2019 nanti.

"Kami menghimbau khususnya kepada seluruh umat Muslim untuk menyerahkan hasil pemilu kepada KPU, Bawaslu untuk setiap proses dan tahapannya," ujar Wagino, Rabu (15/5/2019).

Ia mengajak umat Muslim untuk tidak mudah terprovokasi berita-berita dari akun media sosial ataupun situs online yang tidak terafiliasi dengan Dewan Pers dan kerap menyebarkan berita-berita provokasi dan ujaran kebencian.

"Jangan sampai kita sebagai umat Muslim terpecah belah apalagi sampai memutuskan tali silahturahmi. Kalau sampai memutuskan tali silahturahmi dia tidak beriman kepada Allah sesuai dengan hadis Rasulullah," tambah Wagino.

Ia mengimbau kepada pihak-pihak yang merasa tidak puas dengan hasil KPU RI atau memiliki apapun bentuk pelanggaran atau hasil dari Pemilu segera dilaporkan ke Bawaslu, MK sesuai tahapan dan prosedur nya yang konstitusional.

"Kita jaga ukhuwah Islamiyah kita. Persatuan dan kesatuan itu modal yang sangat berharga dan jangan mudah terpengaruh provokasi dari berita-berita hoax dan bohong. Jangan sampai membuat kerusuhan atau keributan yang justru akan membuat kita ibadah tidak tenang," tuturnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kelurahan Sunter Jaya, KH Safei Raita mengajak umat untuk tetap menenangkan hati dan pikiran serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.

"Kami berterima kasih untuk pemilu yang berlangsung dengan kondusif. Kami menolak adanya pergerakan pengerahan massa. Kami cinta NKRI yang aman tertib dan damai," kata Safei. 



Sumber: Suara Pembaruan