Kalah di PTUN, Anies Jamin Pembangunan Stadion BMW Tetap Jalan

Kalah di PTUN, Anies Jamin Pembangunan Stadion BMW Tetap Jalan
Alat berat ekskavator terus meratakan lahan Stadion Taman BMW di Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Rabu, 25 Oktober 2017. ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta )
Lenny Tristia Tambun / JAS Rabu, 15 Mei 2019 | 15:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjamin pembangunan Stadiun BMW tetap akan berjalan. Meski sudah putusan dari Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang menyatakan lahan stadion BWM milik PT Buana Permata Hijau.

“Tetap jalan terus. Teman-teman Persija jangan khawatir. IG saya penuh semalam,” kata Anies Baswedan di gedung DPRD DKI, Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Ia menerangkan yang digugat PT Buana Permata Hijau adalan Badan Pertanahan Nasional (BPN) bukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.

“DKI sudah menang. Saya minta doanya dari Persija, The Jak, doakan agar gangguan seperti ini bisa mengecil di kemudian hari. Ikhtiar kita adalah membangun untuk seluruh warga DKI. Ini bukan kepentingan kecil,” ujar Anies Baswedan.

Ia pun meminta bantuan warga, Persija maupun The Jak untuk mengawasi proses pembangunan Stasion BMW yang berada di wilayah Jakarta Utara ini. Karena ia menduga ada oknum yang berupaya menjegal agar pembangunan stadion tersebut tidak terlaksana.

“Bantu untuk awasi. Selalu ada saja pihak yang ingin menjegal. Bantu ini, sehingga stadion bisa terwujud untuk semuanya,” tutur Anies Baswedan.

Kepastian diberikan Anies, karena menurutnya ada dua perkara di pengadilan. Satu perkara di Pengadilan Negeri, yakni Pemprov DKI melawan PT Buana Permata Hijau. Di Pengadilan Negeri sudah diputuskan tanah itu sah milik DKI.

“Yang kedua, adalah PT Buana Permata Hijau menggugat proses administrasi di BPN melalui PTUN. Yang kemarin diputuskan adalah proses administrasi. Tetapi materinya sah milik kita. Dan itu diputuskan di pengadilan negeri,” terang Anies Baswedan.

Anies mengaku telah berkomunikasi dengan BPN dan menyatakan akan banding terhadap putusan tersebut. “BPN nanti yang akan banding bukan kita. Karena kita tidak tergugat. Yang digugat adalah BPN. Jadi dia yang banding. Kalau kami sudah menang di pengadilan negeri. Secara material, substansial tanah itu sah milik DKI,” tegas Anies Baswedan.

Seperti diketahui, PT Buana Permata Hijau (BPH) memenangi gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) atas sengketa penerbitan hak pakai (SHP) Taman BMW. Karena itu, PT BPH meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghentikan proyek pembangunan Stadion BMW.

Berikut ini bunyi putusan PTUN yang dikeluarkan pada Selasa (14/5/2019) :

Menyatakan batal Keputusan yang diterbitkan oleh Tergugat berupa Sertifikat Hak Pakai Nomor 314/kelurahan Papanggo, tanggal 18 Agustus 2017, Surat Ukur tanggal 09 Agustus 2017, Nomor 00369/Papanggo/ 2017, luas 29.256 M2, atas nama Pemerintah Republik Indonesia Cq Pemerintah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Kemudian, Sertifikat Hak Pakai Nomor 315/kelurahan Papanggo, tanggal 18 Agustus 2017, Surat Ukur tanggal 09 Agustus 2017, Nomor 00368/Papanggo/ 2017, luas 66.999 M2, atas nama Pemerintah Republik Indonesia Cq Pemerintah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Pengacara PT BPH, Damianus Renjaan, mengatakan dalam pertimbangan putusannya, majelis hakim menyatakan penertiban kedua sertifikat tersebut terbukti cacat hukum baik secara prosedur maupun substansi.

“Akibat putusan tersebut, maka PT BPH meminta Pemprov DKI agar menghentikan proses pembangunan Stadion BMW dan menghormati hak PT BPH atas lahan tersebut,” kata Damianus.

Sebelumnya, PT BPH meminta sertifikat hak pakai atas pembangunan itu dibatalkan. Kuasa hukum PT BPH, Damianus Renjaan, mengatakan pihaknya tidak pernah diajak musyawarah atas pembebasan tanah itu. Padahal, menurutnya, PT BPH masih memegang hak guna tanah sebesar 6,9 hektare.

Gugatan didaftarkan dengan nomor perkara 282/G/2018/PTUN-JKT pada November 2018. Pihak tergugat adalah Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara.



Sumber: Suara Pembaruan