Rajut Kembali Semangat Kebangsaan Pascapilpres

Rajut Kembali Semangat Kebangsaan Pascapilpres
Divisi perempuan Bravo Lima Tangsel turun ke lembaga pendidikan untuk mengajak anak didik kembali membangun semangat kebangsaan pascapilpres. ( Foto: Istimewa )
Surya Lesmana / LES Kamis, 16 Mei 2019 | 19:39 WIB

Tangerang Selatan, Beritasatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan diminta merajut kembali semangat kebangsaan berbagai elemen masyarakat pascagelaran Pilpres 2019.

“Itu penting dilakukan karena efek perbedaan di Pilpres terlalu keras di masyarakat. Pemda Tangsel dan institusi terkait seperti TNI/Polri saya kira perlu melakukan langkah konkrit bukan sekedar dialogis saja,” ungkap Yanny Irmella, ketua Divisi perempuan Bravo Lima Tangsel.

Salah satu langkah konkrit menurut Yanny adalah melakukan silaturahmi kepada tokoh masyarakat, pemuka adat, tokoh Lintas agama. “Kita sambangilah, sowan ke agamawan lintas agama. Ini ramadan momentum tepat merajut ikatan persaudaraan beragama , persaudaraan kenegaraan,” jelas Yanny, Kamis (16/5/2019).

Menurut Yanny, pascapilpres, ia dan rekan-rekannya di Bravo Lima Tangsel terus melakukan pergerakan. “Namun bukan lagi konsolidasi kemenangan karena dukungan kami kepada pasangan capres-cawapres nomor urut 01, tetapi kita fokus turun ke lembaga pendidikan. Karena ternyata efek pilpres juga berimbas ke anak didik,” jelas Yanny.

Menurut Yanny, maraknya pemberitaan hoax, juga sudah berdampak ke anak didik. “ Mereka ikut berujar kebencian. Karena bisa jadi ikutan orangtua atau baca pesan di telpon genggam,” tutur Yanny.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Islam Syech Yusuf (Unis) Tangerang, Miftahul Adib mengakui adanya bibit-bibit disintegrasi bangsa akibat Pilpres 2019.

“Maka perlu ada yang merajut, baik di tataran lokal ataupun nasional walaupun bangsa kita ini sudah teruji dengan perbedaan pilihan. Hanya saja pilpres kali ini spirit agama terlalu kuat dibawa-bawa,” kata Adib.



Sumber: Suara Pembaruan