Tegaskan Pembangunan Stadion BMW Ilegal, PT BPH Layangkan Surat ke Anies

Tegaskan Pembangunan Stadion BMW Ilegal, PT BPH Layangkan Surat ke Anies
Alat berat ekskavator terus meratakan lahan Stadion Taman BMW di Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Rabu, 25 Oktober 2017. ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta )
Lenny Tristia Tambun / WBP Sabtu, 18 Mei 2019 | 12:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pembangunan Stadion Bersih, Manusiawi, dan Wibawa (BMW) dianggap ilegal. Sebab, berdasarkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang dikeluarkan pada Selasa (14/5/2019), pembangunan stadion untuk Persija Jakarta itu dibangun di atas lahan milik PT Buana Permata Hijau (BPH).

Kuasa Hukum PT BPH, Damianus Renjaan mengatakan kepemilikan lahan tersebut didasari adanya putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Nomor 282/g/2018/PTUN-JKT. Putusan itu menyatakan sertifikat lahan stadion BMW yang dimiliki Pemprov DKI cacat hukum dan prosedur. “Jadi apabila Pemprov DKI masih melanjutkan pembangunan, maka Pemprov DKI telah melakukan perlawanan hukum. Dengan demikian, pembangunan yang dilakukan saat ini pun ilegal,” kata Damianus Renjaan saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di bilangan Cikini, Jumat (17/5/2019) malam.

Ditegaskannya, Pemprov DKI tidak memiliki hak atas lahan seluas 6,9 hektare tersebut. Untuk itu ia mendesak Pemprov DKI menghentikan pembangunan stasion BMW.

Damianus Renjaan mengungkapkan pihaknya telah melayangkan surat kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bahwa lahan Taman BMW di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara yang sudah sah milik PT BPH. “Kami menyurati Gubernur DKI Jakarta, untuk menghargai hak atas tanah kami. tapi tidak pernah ditanggapi,” ujar Damianus Renjaan.

Surat langsung dikirimkan begitu PT BPH digusur DKI dari Taman BMW pada Agustus 2017. Dalam suratnya, PT BPH meminta keadilan dan perlindungan hukum dari Anies. Memang sempat dilakukan musyawarah antara pihaknya dengan jajaran Pemprov DKI Jakarta. Tetapi musyawarah itu tidak membawakan hasil karena lurah dan camat hanya untuk menguatkan klaim kepemilikan Pemprov DKI atas lahan itu. Maka, PT BPH pun menempuh jalur hukum untuk menguatkan keabsahan kepemilikannya atas lahan tersebut.

Sekarang, dengan mengantongi keputusan PTUN DKI Jakarta, Damianus Renjaan meminta DKI segera mengembalikan lahan tersebut. "PT BPH hanya meminta agar Pemda DKI dan pihak terkait menghormati hak PT BPH dan mengharapkan agar proses pembebasan tanah tersebut dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, di antaranya harus ada musyawarah atau komunikasi dengan PT BPH," terang Damianus Renjaan.

Seperti diketahui, dalam sidang yang berlangsung pada Selasa (14/5/2019), majelis hakim PTUN DKI Jakarta mengabulkan gugatan PT Buana Permata Hijau atas sengketa penerbitan dua sertifikat hak pakai (SHP) oleh Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara di Taman BMW dalam perkara Nomor 282/G/2018/PTUN-JKT.

Dua sertifikat yang digugat diterbitkan Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara bernomor 314 dan 315 di Kelurahan Papanggo atas nama Pemerintah RI Cq Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 18 Agustus 2017. Sertifikat 314 memiliki luas 29.256 meter persegi dan SHP 315 seluas 66.199 meter persegi.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan menjamin pembangunan Stadiun BMW tetap akan berjalan. Meski sudah putusan dari Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang menyatakan lahan stadion BWM milik PT Buana Permata Hijau. “Tetap jalan terus. Teman-teman Persija jangan khawatir. IG saya penuh semalam,” kata Anies Baswedan.

Ia menerangkan yang digugat PT Buana Permata Hijau adalan Badan Pertanahan Nasional (BPN) bukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. “DKI sudah menang. Saya minta doanya dari Persija, The Jak, doakan agar gangguan seperti ini bisa mengecil di kemudian hari. Ikhtiar kita adalah membangun untuk seluruh warga DKI. Ini bukan kepentingan kecil,” ujar Anies Baswedan.

Begitu juga dengan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku kontraktor stadion BMW mengatakan bakal meneruskan pembangunan. Dia juga tak terganggu dengan masalah legalitas lahan tersebut.

Menurut, Direktur Konstruksi PT Jakpro, Iwan Takwin, saat ini, PT JakPro tengah melakukan soil test untuk menguji ketahanan tanah stadion BMW.



Sumber: BeritaSatu.com