Polisi Jaga Ketat Sejumlah Stasiun di Bogor dan Depok

Polisi Jaga Ketat Sejumlah Stasiun di Bogor dan Depok
Penumpang kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bogor, Jawa Barat. ( Foto: B1/Vento Saudale )
Bhakti Hariani / HS Rabu, 22 Mei 2019 | 06:40 WIB

Depok, Beritasatu.com - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Depok, Jawa Barat, menyiagakan pasukan untuk berjaga di sejumlah stasiun commuter line yang tersebar di wilayah Depok. Hal ini untuk mengamankan aksi protes di Jakarta pada Rabu (22/5/2019).

Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto menuturkan, pihaknya mengerahkan 1600 personel yang disebar di titik-titik pemberangkatan stasiun yang berada di wilayah Depok. Mulai dari Stasiun Bojonggede, Stasiun Citayam, Stasiun Depok, Stasiun Depok Baru, Stasiun Pondok Cina, dan Stasiun UI.

"Kami Siaga 1 dan kami juga dibantu TNI dan ada dua kompi personel stand by. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan yang positif apalagi ini masih di bulan suci ramadan," kata Didik di Depok, Jawa Barat, Rabu (22/5).

Polresta Depok, kata Didik, akan mengerahkan kekuatan penuh untuk menjaga kondusifitas dengan memaksimalkan pengamanan di stasiun-stasiun yang ada.
"Kekuatan personel penuh akan dikerahkan sehingga situasi bisa benar-benar kondusif. Stasiun menjadi titik fokus pengamanan karena merupakan salah satu moda transportasi yang banyak digunakan massa pada aksi-aksi terdahulu," tutur Didik.

Tidak hanya di stasiun, sejumlah lokasi lainnya yang menjadi titik kumpul massa pemberangkatan ke Jakarta pun tak akan luput dari pengamanan aparat Polresta Depok.

Lebih lanjut, Didik meminta kepada masyarakat yang akan mengikuti aksi 22 Mei di Jakarta untuk menaati peraturan yang berlaku dan tidak melanggar hukum. "Kami mengimbau untuk melakukan hal yang positif tidak melanggar hukum, dan tidak ada barang berbahaya yang dibawa," pungkas Kapolres.

Sementara itu, pantauan Beritasatu.com pada Selasa (21/5/2019) malam, belum ada pergerakan massa dari Bogor ke Jakarta. Situasi Stasiun Cilebut dan Stasiun Bogor tampak seperti biasa dan lebih banyak dipadati penumpang yang pulang dari Jakarta ke Bogor.
“Belum ada rombongan atau pergerakan massa dalam jumlah yang besar dari Bogor ke Jakarta,” ujar seorang petugas.



Sumber: Suara Pembaruan