Anies Sebut 6 Tewas dan 200 Orang Luka Akibat Aksi 21-22 Mei

Anies Sebut 6 Tewas dan 200 Orang Luka Akibat Aksi 21-22 Mei
Anies Baswedan. ( Foto: B1/Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / AB Rabu, 22 Mei 2019 | 11:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Seusai meninjau lokasi demo di depan gedung kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan langsung meninjau RSUD Tarakan, Cideng, Jakarta Pusat. Kedatangannya untuk meninjau korban yang terluka akibat aksi 21 dan 22 Mei 2019 yang berujung pada bentrokan antara massa dengan aparat kepolisian dan TNI.

Anies menyebutkan setidaknya ada enam orang yang meninggal dunia akibat aksi tersebut. Dua jenazah berada di RSUD Tarakan, serta masing-masing satu jenazah RS Pelni, RS Budi Kemuliaan, RSCM, dan RSAL Mintohardjo.

“Korban sejauh ini ada enam meninggal. Di RS Tarakan ada dua. Kemudian di RS Pelni, kemudian di Budi Kemuliaan, RSCM dan RSAL Mintoharjo. Ini per jam 09.00 pagi,” kata Anies di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).

Sementara yang mengalami luka ringan maupun berat sudah mencapai 200 orang. Mereka dirawat tersebar di seluruh rumah sakit yang berada di kawasan Jakarta Pusat.

“Jadi kira-kira ada 200 orang luka-luka per jam 09.00 pagi ini. Sejauh ini yang paling banyak menerima korban adalah RSUD Tarakan. Ini ada lebih 80 orang yang sampai ke sini. Di RS Pelni ada lebih dari 70 orang. Kemudian di RSCM juga ada, RS Budi Kemuliaan ada dan RSAL Mintohardjo juga ada,” ujar Anies Baswedan.

Untuk perawatan korban, Anies Baswedan mengatakan apabila korban tidak memiliki BPJS Kesehatan, maka Pemprov DKI akan menanggung biaya perawatan. Apabila mempunyai BPJS Kesehatan, maka otomatis biaya perawatan ditanggung pemerintah.

“Pemprov DKI memastikan bahwa semua pihak yang menjadi korban, baik itu sipil atau kepolisian, TNI, petugas, semuanya akan kita tangani. Semuanya akan kita obati hingga tuntas. Kita pastikan tidak dikenakan biaya, sehingga semuanya bisa tenang ampai sembuh tuntas,” tegas Anies Baswedan.



Sumber: BeritaSatu.com