PSI Pertanyakan Sikap Gubernur DKI Terkait Kerusuhan 21-22 Mei

PSI Pertanyakan Sikap Gubernur DKI Terkait Kerusuhan 21-22 Mei
Situasi lengang di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis (23/5/2019) siang. ( Foto: Suara Pembaruan / Carlos Roy Fajarta )
Yustinus Paat / AO Kamis, 30 Mei 2019 | 22:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota DPRD DKI Jakarta terpilih dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Viani Limardi mempertanyakan tindakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat kerusuhan 21-22 Mei lalu. Menurut Viani, tindakan Anies sebagai gubernur mencederai warga Jakarta, dimulai dari ketidakberadaannya saat situasi Ibu Kota mulai memanas, sampai dengan ratusan juta rupiah dana APBD yang dikeluarkan untuk merawat pelaku kerusuhan, yang bahkan bukan warga Jakarta.

"Ini warga Jakarta yang memilih Pak Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta, kemudian yang membuat rusuh warga dari luar Jakarta. Mengapa Pak Anies malah terkesan mengizinkan para perusuh membuat rusuh di Jakarta, bahkan merawat mereka," ujar Viani di Jakarta, Kamis (30/5/2019).

Viani mengaku aneh dengan Anies Baswedan yang tidak melarang warga dari luar Jakarta untuk melakukan aksi demo yang dicurigai sejak awal akan berakhir dengan ricuh. Bahkan, jelang aksi 22 Mei, Anies malah pergi ke Jepang dan menginstruksikan semua rumah sakit untuk siap menerima para korban kerusuhan.

"Bukannya berada di Jakarta untuk siaga melindungi warga Jakarta, malah pergi ke luar negeri. Padahal, beliau sudah tahu betul ada potensi kerusuhan dalam aksi tersebut," ujar Viani.

Selain itu, kata Viani, perekonomian di sekitar tempat massa melakukan aksi demo juga menjadi lumpuh selama beberapa hari. Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin memperkirakan kerugian di Pasar Tanah Abang karena tak beroperasi melebihi Rp 200 miliar untuk satu hari. Ia menyebut, sekitar 14.000 pedagang di Blok A, Blok B, Blok F, dan Blok G mengalami kerugian karena tak berjualan.

"Pak Anies menunjukkan simpati yang sangat mendalam bagi para perusuh yang cedera dan meninggal karena ulah mereka sendiri. Tetapi, jangankan memberikan bantuan, dia bahkan tidak menunjukkan simpati sedikit pun kepada warga Jakarta yang mengalami kerugian akibat ulah para perusuh. Apalagi, dengan kondisi mau Lebaran seperti saat ini, potensi omset para pedagang seharusnya bisa lebih besar," tambah Viani.

Setelah aksi demo 21-22 Mei 2019 yang berakhir ricuh, PSI mengajak semua masyarakat untuk bersatu kembali dan tidak terbelah. PSI juga mengucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, dan semua pihak yang telah berusaha menjaga keamanan dan ketertiban di Jakarta selama aksi tersebut berlangsung.

"Saya berharap Pak Anies dapat belajar dari Presiden Jokowi yang membantu warga Jakarta yang barang-barangnya habis dijarah oleh massa pendemo. Saya berharap Pak Anies ingat bahwa dia adalah gubernur  warga Jakarta, bukan gubernur warga perusuh," kata Viani.



Sumber: BeritaSatu.com