Polres Bogor Tilang Pengendara Sipil Gunakan Mobil Polisi

Polres Bogor Tilang Pengendara Sipil Gunakan Mobil Polisi
Surat izin mengemudi (SIM) atas nama Kevin Kosasih, pengendara yang secara sengaja menggunakan kendaraan berpelat nomor polisi dinas Polri. ( Foto: Istimewa )
Vento Saudale / JAS Senin, 3 Juni 2019 | 19:15 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Polres Bogor hanya memberikan sanksi tilang kepada pengendara yang secara sengaja menggunakan kendaraan berpelat nomor polisi dinas Polri 3553-07. Pengendara Kevin Kosasih (24) diduga menggunakan pelat nomor palsu.

Kasat Lantas Polres Bogor, Ajun Komisaris Fadli Amri dalam keterangannya menuturkan, kejadian berawal ketika, Sabtu (1/6/2019) pagi anggota Lantas Polres Bogor menghentikan kendaraan Toyota Fortuner Hitam menggunakan rotator, strobo, dan berpelat dinas Polri 3553-07.

Iring-iringan tersebut, kata Fadli, diberhentikan oleh Kanit Turjawali Satlantas Polres Bogor Ipda Danny. Berdasarkan identitas pengemudi seorang pelajar dengan nama Kevin Kosasih dengan alamat di BSD Tangerang dan bukan anggota Polri.

Dari pemeriksaan diketahui, Kevin memesan pelat nomor 3553-07 di pinggir jalan dengan STNK Dinas No 00941 yang juga diduga palsu. Kepada yang bersangkutan hanya dilakukan penilangan dengan dua pasal saja sementara kendaraan tidak ditahan.

“Pelat nomornya tidak sesuai peruntukan. Polisi juga sudah melakukan penindakan, penilangan melanggar marka jalan, juga tidak menggunakan sabuk pengaman. Dua pasal tersebut, di denda Rp 700.000,” kata Fadli, Senin (3/6/2019).

Kata Fadli, pelaku menggunakan kendaraan dengan alasan hanya untuk gagah-gagahan saja di depan teman wanitanya dan supaya lancar di perjalanan.

“Diketahui pelat nomor kendaraan polisi dibuat sengaja oleh pengendara di pinggir jalan. Saat ini, polisi pun masih memeriksa terkait keaslian nomor polisi itu di Mabes Polri dari surat-surat kendaraan yang telah ditahan sebelumnya,” kata Fadli.

Bila memenuhi adanya unsur pidana pemalsuan, lanjut Fadli, pengendara Kevin dapat dikenakan pidana terkait pemalsuan.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Reskrim, sedang didalami. Kalau ada dugaan lain, tentu kita tidak berhenti sampai di sini. Saya juga mewanti-wanti kepada masyarakat jangan sampai ditemukan di wilayah Bogor menggunakan pelat yang tidak sesuai peruntukannya. Kami tidak main-main, siapa pun itu orangnya kita akan tegakkan aturan," tambah Fadli.



Sumber: BeritaSatu.com