Antrean PPDB Zonasi Umum di SMAN 13 Jakut Sejak Subuh

Antrean PPDB Zonasi Umum di SMAN 13 Jakut Sejak Subuh
Suasana kepadatan orang tua murid jalur zonasi umum mendaftar di SMAN 13 Jakarta Utara pada hari pertama pendaftaran Senin (24/6/2019). ( Foto: Bertasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus )
Carlos Roy Fajarta / WBP Senin, 24 Juni 2019 | 11:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Para orang tua maupun calon pelajar SMAN 13 Jakarta Utara tampak membeludak saat mendaftar melalui jalur zonasi umum Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019/2020, Senin (24/6/2019).

"Saya sudah antre ambil nomor sejak pukul 05.30 WIB, tapi ada juga orang tua murid yang sudah datang sejak subuh," ujar Budi (46) warga RT02/RW011, Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Kota Jakarta Utara kepada Beritasatu.com di halaman sekolah.

Budi menyebutkan anaknya yang baru lulus dari sekolah favorit SMPN 30 Koja, Jakarta Utara hendak melanjutkan ke SMAN 13 sebagai salah satu SMA favorit di wilayah itu. "Iya kita ingin yang terbaik, apalagi kalau anak kita memang bersungguh-sungguh dengan perolehan NEM (Ujian Nasional) tinggi pasti insyaallah diterima," kata Budi yang mendapatkan nomor antrean 88.

Orang tua murid lainnya, Nona (43) RT03/RW06, Kelurahan Rawa Badak Utara menyebutkan awalnya dia ragu dengan sistem zonasi karena mempersulit peluang anaknya diterima di luar zonasi alamat di Kartu Keluarga (KK). "Makanya saya buat beberapa alternatif. Selain SMA 13, yakni SMA 52 atau SMA 110. Tapi harapan saya agar bisa diterima di SMAN 13 ini, karena jarak dari rumah sangat dekat," kata Nona yang mendapatkan nomor antrean 67 ini.

Awalnya Nona khawatir antrean PPDB tidak teratur. Namun ternyata antrean cukup tertib layaknya di sistem perbankan.

Sementara Ketua Pelaksana PPDB sekaligus Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMAN 13, Ade Nuryaman mengatakan pihaknya menerima 500 nomor pendaftaran setiap harinya selama pendaftaran zonasi umum hingga Rabu (26/6/2019).

"Sistemnya seperti yang sudah ditetapkan pemerintah dimana minggu lalu sudah dilaksanakan jalur prestasi dengan terpilihnya 13 pelajar atau 5 persen dari kuota utama sebesar 360 pelajar pada 10 rombongan belajar (kelas)," jelas Ade Nuryaman.

Dikatakannya, untuk zonasi umum akan mendapatkan proporsi kuota yang paling besar yakni sebesar 60 persen, sedangkan kuota lainnya diberikan jalur non-zonasi 30 persen, jalur prestasi 5 persen, serta jalur luar DKI 5 persen. Passing grade di SMAN 13 sendiri cukup tinggi yakni 34 poin untuk IPA dan 32 poin untuk IPS.

"Nantinya di SMAN 13 ini akan ada enam kelas IPA dan empat kelas IPS. Dalam seleksi setiap zonasi kita tetap mengutamakan dari NEM passing grade, setelah itu dari jarak sekolah ke kecamatan domisili kartu keluarga orang tua calon murid," tutur Ade Nuryaman.

Ade Nuryaman mengungkapkan dari enam kecamatan di Jakarta Utara hanya lima kecamatan yang masuk zonasi umum dari SMAN 13. Satu kecamatan jalur non-zonasi dari SMAN 13 yakni Kecamatan Penjaringan. "Alur proses, orang tua murid yang hendak mendaftar datang mengambil nomor antrean dan form, mengisi form, menunggu nomor antrean untuk dipanggil, di aula akan dilakukan proses verifikasi berkas, pelajar yang memenuhi syarat akan diberikan token sebagai bukti sudah mendaftar," kata Ade Nuryaman.

Setelah itu, pelajar dan orang tua murid bisa memantau urutan passing grade NEM atau Ujian Nasional yang akan menjadi tolak ukur seleksi selama tiga hari ke depan melalui situs PPDB.Jakarta.go.id.

Menurut hasil pengamatan Beritasatu.com di lokasi sekolah, hingga pukul 08.00 WIB masih banyak orang tua murid yang hendak mengambil nomor antrean, namun terpaksa pulang. Mereka akan kembali besok untuk datang lebih awal agar mendapatkan nomor antrean.



Sumber: BeritaSatu.com