Warga Kranji Jadi Korban KDRT‎

Warga Kranji Jadi Korban KDRT‎
Ilustrasi ( Foto: Istimewa )
Mikael Niman / BW Sabtu, 29 Juni 2019 | 21:53 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - ‎Nurhayati (32) melaporkan suaminya, DS, atas kasus kekerasan yang dialaminya ke Mapolrestro Bekasi Kota. DS diduga melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga menyebabkan Nurhayati mengalami luka-luka di bagian kepala.

"Kepala saya dibenturkan ke pintu dan dibanting ke lantai," ujar Nurhayati di Mapolrestro Bekasi Kota, Sabtu‎ (29/6/2019).

Bahkan, saat suaminya hendak meninggalkan rumah, Nurhayati sempat menahan laju kendaraan sepeda motornya hingga terseret. Kejadian ini sempat disaksikan anaknya hingga membuat trauma hingga kini.

Nurhayati menceritakan, kasus penganiayaan ini bermula dari cekcok mulut dengan suaminya hingga berujung kekerasan.

Ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Masjid Al Ikhlas, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.

Nurhayati mendapat pendampingan dari pemer‎hati anak Kota Bekasi, Sopar Makmur. Ia mendukung langka Nurhayati untuk memperkarakan suaminya yang sudah lewat batas kewajaran.

"Tindakan penganiayaan yang dilakukan suami korban, sudah melewati batas kewajaran," ujar Sopar.

Bahkan, kata dia, anaknya yang masih berusia dua tahun melihat kejadian tersebut hingga menimbulkan trauma.‎ "Secara psikologis, kejiwaan anak terganggu dan trauma atas kejadian tersebut," imbuhnya.

Korban telah dilakukan visum di RSUD Kota Bekasi dan kini kasusnya sedang ditangani petugas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestro Bekasi Kota, dengan Nomor Laporan Polisi LP/1353/K/VI/2019/SPKT/Restro Bekasi Kota.



Sumber: Suara Pembaruan