Polisi Tambah Kamera ETLE di Ruas Thamrin - Sudirman

Polisi Tambah Kamera ETLE di Ruas Thamrin - Sudirman
Rambu portable E-TLE. ( Foto: ist )
Bayu Marhaenjati / FER Senin, 1 Juli 2019 | 15:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ditlantas Polda Metro Jaya, menambah 10 kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), di beberapa titik di ruas Jalan MH Thamrin-Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Kamera canggih check point yang baru dipasang bisa membidik hingga kabin mobil untuk mengetahui apakah pengemudi menggunakan sabuk pengamanan atau handphone saat mengemudi, termasuk mendata kendaraan.

Kasie STNK Polda Metro Jaya, Kompol Arif Fazlurrahman, mengatakan, Ditlantas Polda Metro Jaya telah menggelar sistem ETLE kurang lebih sekitar 7 bulan sejak 1 November 2018 lalu. Pada tanggal 1 Juli 2019, Ditlantas mengoperasikan 10 kamera tambahan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Kita mengembangkan teknologi pada kamera yang terpasang, tidak hanya kualitas kameranya, kemampuannya, tapi penempatannya juga. Pada waktu memasang dua kamera baru bisa mendeteksi pelanggaran menerobos lampu merah dan marka jalan. Kali ini kita memasang 10 kamera tambahan di beberapa ruas jalan koridor Sudirman-Thamrin untuk mendeteksi pelanggaran-pelanggaran lainnya," ujar Arif, Senin (1/7/2019).

Dikatakan Arif, kamera yang baru dipasang dapat mendeteksi berbagai jenis pelanggaran, seperti penggunaan handphone saat mengemudi, hingga tidak memakai sabuk pengaman.

"Diantaranya pelanggaran pembatasan ganjil genap, pelanggaran yang lebih spektakuler lagi kita bisa mendeteksi bagian dalam kabin masyarakat yang menggunakan HP sambil berkendara sangat membahayakan dirinya dan pengendara lain, kemudian pelanggaran-pelanggaran penggunaan safety belt. Ini bisa terdeteksi oleh kamera-kamera tambahan, 10 kamera di jalur Sudirman Thamrin," ungkapnya.

Arif menyampaikan, 10 kamera baru yang terpasang di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) MRT Senayan, JPO MRT Semanggi, JPO Kemenpar, JPO MRT Kemenpan RB, Fly Over Sudirman, Simpang Bundaran Patung Kuda, Fly Over Thamrin, Simpang Sarinah, Simpang Sarinah Starbucks, dan JPO Plaza Gajah Mada, itu bakal menangkap gambar atau video dan secara otomatis menganalisa pelanggaran serta data kendaraan.

"Kamera melakukan dua fungsi secara bersamaan yaitu, mendeteksi pelanggaran dan mengidentifikasi kendaraan. Kamera tidak hanya (membidik) kendaraan yang melanggar, tapi seluruh aktifitas pada ruas jalan, seluruh data kendaraan yang melintas dikumpulkan sehingga akan memudahkan apabila mencari dan menganalisa data dampak kepadatan lalu lintas, jumlah kendaraan yang melintas, bahkan kita bisa mencari kendaraan A apakah pernah melintas di titik itu, jam berapa, dan berapa kali," katanya.

Menurut Arif, data kendaraan yang melanggar akan diverifikasi kembali oleh petugas di back office. Selanjutnya, diterbitkan surat konfirmasi yang akan dikirimkan ke alamat pelanggar.

"Kita harapkan dalam kurun waktu tiga hari masyarakat sudah menerima dan mengkonfirmasi pelanggaran yang memang dia lakukan atau tidak dilakukan. Sehingga apabila kendaraan itu dijual ke orang lain, sudah pindah tangan, diklarifikasi, dikonfirmasi. Bisa dengan menggunakan surat dikirim kembali ataupun menggunakan saran web service yaitu, dengan memasukkan alamat website ataupun men-scan barcode yang ada," jelasnya.

Arif melanjutkan, setelah memasukan alamat email dan nomor telepon, pelanggar akan mendapatkan konfirmasi kembali dan kode virtual account untuk membayar denda. "Apabila tidak dilakukan selama 14 hari, maka sebagaimana ketentuan dalam undang-undang kita melakukan pemblokiran pajak STNK," tegas Arif.



Sumber: BeritaSatu.com