Spesialis Curanmor Sindikat Lampung Diringkus

Spesialis Curanmor Sindikat Lampung Diringkus
Petugas menunjukkan pelaku spesialis curanmor serta sejumlah barang bukti sepeda motor di Mapolsek Metro Penjaringan, Rabu (3/7/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Carlos Roy Barus )
Carlos Roy Fajarta / BW Rabu, 3 Juli 2019 | 22:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polsek Metro Penjaringan membekuk empat pencuri yang merupakan komplotan spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Jakarta dan Banten, Senin (24/6/2019).

"Komplotan yang kita tangkap ini merupakan spesialis curanmor menggunakan kunci T. Mereka biasanya beraksi di daerah perumahan yang ada sepeda motor terparkir di depan rumah," ujar Kapolsek Metro Penjaringan, AKBP Rachmat Sumekar, Rabu (3/7/2019) di Mapolsek.

Keempat maling itu adalah AF (24), GT (27), RH (40), dan JS (24). Keempatnya memiliki peranan masing-masing, yakni sebagai pelaku, pengawas, serta penadah.

"Mereka merupakan sindikat Lampung. Dalam satu hari beraksi, bisa mendapatkan 7-10 sepeda motor dan dijual kepada penadah di kawasan Rawa Buaya," tutur Rachmat.

Dari pelaku polisi mengamankan setidaknya delapan unit sepeda motor matik, satu kunci letter T, serta uang tunai sebesar Rp 1,6 juta, dan bukti rekaman CCTV saat para pelaku beraksi.

Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan, Kompol Mustakim menyebutkan, dua dari empat pelaku diberikan tembakan di betis kakinya, karena berupaya melarikan diri saat hendak ditangkap.

"Sepeda motor dijual pelaku dengan harga Rp 2 juta per unit dan para pelaku merupakan residivis. Mereka pernah beraksi di Cilegon dan Tangerang," jelas Mustakim.

Para pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman pidana penjara 7 tahun dan Pasal 480 KUHP tentang Penggelapan dengan ancaman 5 tahun penjara.



Sumber: Suara Pembaruan