Pemkot Bekasi Bongkar Reklame Tak Berizin

Pemkot Bekasi Bongkar Reklame Tak Berizin
Petugas melakukan penertiban terhadap reklame ilegal di beberapa ruas jalan Kota Bekasi, Rabu (3/7/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Mikael Niman )
Mikael Niman / JAS Kamis, 4 Juli 2019 | 12:01 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi‎ kembali menertibkan reklame yang tak berizin. Sedikitnya, enam papan reklamae telah diturunkan dan dibongkar petugas Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi. Petugas masih akan menyisir papan reklame bodong hingga tak lagi ditemukan reklame ilegal.

"Reklame yang yang diturunkan merupakan reklame yang tidak memiliki izin dan kontennya tidak sesuai dengan perizinan yang diajukan," ujar ‎Kepala Dinas BMSDA Kota Bekasi, Arief Maulana, Kamis (4/7/2019).

Pihaknya, kata dia, melakukan penyisiran reklame bermasalah mulai dari perbatasan DKI Jakarta hingga perbatasan Kabupaten Bekasi.

Dia menegaskan, pihaknya tak segan-segan membongkar konstruksi reklame yang tidak mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB).

"Pengawasan ini dilakukan untuk mendongkrak PAD (pendapatan asli daerah) dari sektor reklame. Selama ini pendapatan reklame memang tidak memenuhi target," tuturnya.

Hingga pertengahan tahun, pendapatan dari pajak reklame baru mencapai 20 persen atau Rp 18,2 miliar dari target sebesar Rp 91,4 miliar. Sedangkan, realisasi pajak reklame tahun 2018 lalu mencapai Rp 38,1 miliar dari target Rp 90 miliar.

Sementara, Kabid Bina Marga Dinas BMSDA Kota Bekasi, Widayat Subroto, mengatakan Pemkot Bekasi tengah merevisi aturan Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 63 tahun 2017 tentang Penataan Reklame. Dengan Perwal tersebut, pihak swasta masih memiliki celah untuk menghindari membayar pajak reklame.

Menurutnya, ada sekitar 12.000 papan reklame yang ada di Kota Bekasi. Sebanyak 2.000 di antaranya tidak memiliki izin alias ilegal.‎ Tahun ini, petugas gencar menertibkan papan reklame yang tak berizin. Bahkan Mei lalu, sudah ada 25 papan reklame yang terpaksa dibongkar.

"Sebelum dibongkar, kami mengirim surat pemberitahuan penurunan reklame mulai pemberitahuan pertama, kedua dan ketiga. Tetapi bila tidak juga diindahkan, kami tindak dengan pembongkaran," imbuhnya.



Sumber: BeritaSatu.com