1.000 Celana Dalam Perempuan Disita dari Pelaku Pembunuhan Anak di Bogor

1.000 Celana Dalam Perempuan Disita dari Pelaku Pembunuhan Anak di Bogor
Polisi mengamankan pelaku HS atau Yanto (23) yang membunuh seorang anak di Mapolres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (5/7/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Vento Saudale )
Vento Saudale / JAS Jumat, 5 Juli 2019 | 14:33 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Temuan 1.000 celana dalam perempuan menjadi barang bukti dalam kasus pembunuhan anak dalam bak oleh pelaku HS alias Yanto (23). Menurut pengakuan pelaku, belasan celana dalam itu dicuri dari warga sekitar tempat Yanto mengontrak di Desa Cipayunggirang, Megamendung, Bogor.

Kapolres Bogor, Ajun Komisaris Besar AM Dicky menuturkan, setelah pelaku ditangkap, polisi telah melakukan rekonstruksi olah tempat kejadian kemarin. Dari hasil pemeriksaan di kamar pelaku, polisi menemukan ribuan celana dalam perempuan.

“Pelaku ini belum menikah. Celana dalam perempuan diakuinya dicuri dari warga sekitar selama dia (Yanto) mengontrak di situ,” kata Dicky di Mapolres Bogor, Cibinong, Jumat (5/7/2019).

Kata kepolres Dicky, berdasarkan hasil pemeriksaan sejak mengontrak 2016 pelaku sering mencuri celana dalam memiliki tangganya untuk melampiaskan perilaku menyimpang seksualnya.

“Sekitar 1.000 celana dalam yang dicurinya. Selain itu, pelaku juga memiliki kebiasaan menonton film porno yang diperankan oleh anak-anak,” paparnya.

Selain mencuri pakaian dalam perempuan, berdasarkan pemeriksaan, pelaku Yanto pernah melakukan pencabulan kepada korban FAM (8). Saat pencobaan pencabulan untuk kedua kalinya, korban menolak dan timbul niat pelaku untuk membunuh korban.

“Setelah korban meninggal, pelaku juga sempat melakukan pencabulan kepada korban. Hal itu dari bukti sperma yang menempel di tubuh korban,” kata Dicky.

Pelaku dikenakan pasal 80 ayat 3 dan atau pasal 81 atau pasal 82 undang-undang Nomor 35 tahun 2014 perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau pasal 338 KUHP Jelaskan 2 atau pasal 340 KUHP dengan ancaman penjara paling lama seumur hidup.



Sumber: BeritaSatu.com