64 Warga Bogor Terjangkit Chikungunya

64 Warga Bogor Terjangkit Chikungunya
Petugas puskemas Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, mengunjungi salah satu warga yang terjangkit virus chikungunya, Selasa (9/7/2019). ( Foto: Berita Satu / Vento Saudale )
Vento Saudale / BW Selasa, 9 Juli 2019 | 13:31 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Sebanyak 64 warga di Desa Pasarean, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, terjangkit virus chikungunya. Puluhan warga mengeluhkan nyeri sendi hingga tidak bisa jalan.

Kepala Bidang Pencegahan dan PengendalianPenyakit pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor Agus Fauzi mengatakan, sampai saat ini tercatat 64 warga terjangkit virus akibat nyamuk aedes albopictus di wilayah tersebut.

"Sebenarnya penyebaran sudah dari Mei kemarin, tetapi mulai banyak Juli sekarang ini. Ada tiga RT yang terjangkit," papar Agus, mengkonfirmasi, Selasa (9/7/2019).

Rata-rata, lanjut Agus, para penderita chikungunya mengalami nyeri hebat di bagian persendian. Bahkan, tidak jarang dari penderita tidak bisa berjalan.

"Kalau untuk ciri-cirinya hampir sama dengan penyakit demam berdarah, cuma kalau chikungunya itu dari nyamuk berbeda dan ada nyeri di bagian persendian. Itu yang paling parah, jadi mereka mengeluh tidak bisa jalan karena nyeri," jelas Agus.

Saat ini, penderita virus tersebut sedang menjalani pengobatan jalan di rumah masing-masing. Pihaknya pun sudah mendirikan posko kesehatan di kampung tersebut untuk menanggulangi penyebarannya.

"Nanti kontrol ke puskesmas. Kami sudah antisipasi dengan fogging dan dirikan posko kesehatan di sana. Jadi kami imbau jaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi sarang nyamuk," tutup Agus.



Sumber: BeritaSatu.com