BPOM: Pabrik CKD OTTO Pharma Menyediakan Obat Kanker Murah dan Halal

BPOM: Pabrik CKD OTTO Pharma Menyediakan Obat Kanker Murah dan Halal
Kepala BPOM Penny K Lukito (batik hitam) saat peresmian PT CKD OTTO Pharma di Delta Silicon 3 Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa, 9 Juli 2019. ( Foto: Beritasatu Photo/Emral )
Mikael Niman / CAH Selasa, 9 Juli 2019 | 20:42 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - ‎Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatakan, kehadiran pabrik obat kanker, CKD OTTO Pharma, menjadi salah satu upaya pemerintah menyediakaan obat kanker di dalam negeri, yang kini ketersediaan obat masih tergantung impor. Selain itu, perusahaan farmasi asal Korea Selatan ini telah mendapat sertifikat obat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Rasa bangga kepada PT CKD‎ OTTO Pharma dan produknya onkologi. Pabrik ini akan memberikan akses produk obat kanker yang murah kepada pasien di Indonesia," ujar Kepala BPOM Penny K Lukito, saat peresmian pabrik di Delta Silicon 3 Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa (9/7/2019).

Dia menjelaskan, produk onkologi yang dihasilkan PT CKD OTTO Pharma ini juga telah mengantongi sertifikat halal dari lembaga berwenang, MUI. "Pertama di Indonesia mendapat sertifikat halal dan akan menjadi obat yang berlualitas," katanya.

Menurutnya, kehadiran CKD OTTO Pharma ini sebagai dukungan terhadap industri farmasi di Indonesia ‎dan merupakan perwujudan dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi.

Penny mengatakan, PT CKD OTTO Pharma ini merupakan investasi dari luar negeri dalam bentuk joint venture. Dikatakannya masih ada lagi, beberapa industri farmasi yang juga joint venture dari negara lain untuk membangun industri farmasi di Indonesia, agar bisa memproduksi obat kanker di dalam negeri dan mengurangi ketergantungan obat impor. Tentunya ini akan memberikan akses produk obat yang lebih murah untuk masyarakat Indonesia.

‎"PT CKD OTTO Pharmaceutical‎ merupakan bentuk joint venture antara perusahaan Korea Selatan dengan Indonesia. Ini merupakan bentuk dukungan untuk kemandirian obat kanker tidak tergantung impor. Ini merupakan joint venture yang membutuhkan teknologi tinggi," ucapnya.

Nantinya, produk dari pabrik ini tak hanya mengisi persedian obat kanker di dalam negeri, tapi juga menjadi pengisi kebutuhan obat kanker di luar negeri, terutama di negara-negara Islam yang membutuhkan produk-produk halal.‎

"Badan POM selalu mendukung dan memberikan kemudahan, kelancaran, percepatan kaitan dengan perizinan dalam hal ini kami memberikan sertifikat cara pembuatan obat yang ‎baik dan juga nomor izin edar sehingga produknya bisa segera masuk ke masyarakat," imbuhnya. 

 



Sumber: BeritaSatu.com