Kempupera akan Investigasi Ambruknya Rangka Tol Bogor Ring Road

Kempupera akan Investigasi Ambruknya Rangka Tol Bogor Ring Road
Cor beton tumpah di jalan tol Lingkar Luar Bogor (Bogor Ring Road/BORR) Seksi IIIA di Jalan Soleh Iskandar, Kota Bogor. ( Foto: Dok )
Vento Saudale / WBP Rabu, 10 Juli 2019 | 11:44 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) melakukan investigasi ambruknya jalan tol Lingkar Luar Bogor (Bogor Ring Road/BORR) Seksi IIIA di Jalan Soleh Iskandar, Kota Bogor pada Rabu (10/7/2019) pukul 05.15 WIB.

Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar (MSJ) selaku anak usaha PT Jasa Marga (Persero) yang mengoperasikan Jalan Tol BORR Hendro Atmodjo mengatakan, saat ini pengerjaan Tol BORR seksi IIIA sepanjang 2,8 kilometer dihentikan.

"Kami juga sudah perintahkan untuk menghentikan seluruh kegiatan proyek dari hari ini sampai nanti ada clearance dari KKJTJ untuk selanjutnya bisa dilanjutkan atau tidak, atau ada perbaikan evaluasi terhadap perlengkapan proyek maupun metode pelaksanaannya," kata Hendro Atmodjo Rabu (10/7/2019).

Hendro Atmodjo mengatakan KKJTJ akan melakukan penelitian dan mengevaluasi penyebab kejadian ini. Hasil evaluasi akan diaplikasikan dalam metoda kerja agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Hendro Atmodjo menjelaskan, jatuhnya beton di kepala tiang penyangga P109 terjadi pada Rabu 10 Juli 2019 tepatnya jam 05.15 WIB. "Tidak ada korban jiwa, namun dua orang luka ringan dan dirawat di RS Hermina," kata Hendro Atmodjo.

Menurut dia, kejadian ini disebabkan karena jatuhnya balok penyangga atau cetakan kepala penyangga yang terjadi pada saat pengecoran ke-22 truck mixer dari total 25.

"Sebenarnya sudah dicek kelembutannya dan masih bisa dilanjutkan karena memang harus sekaligus dicor 25 truck mixer sehingga masih memungkinkan untuk dicor ke-22, 23, 24, dan 25. Tetapi pada saat pengecoran ke-22 terjadi ketidakkuatan dari balok penyangga yang menyebabkan jatuhnya beton. Sehingga tumpah di jalan arteri," kata Hendro Atmodjo.

Soal potensi kesalahan manusia alias human error, dia menegaskan kesimpulan itu terlalu dini. "Kami belum bisa (menyimpulkan), ini karena masih menunggu Komite Keselamatan Konstruksi, kemudian dari Kempupera akan melihat secara teknis apa yang terjadi," tegas Hendro Atmodjo.

Saat ini, MSJ juga bekerja sama dengan kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan yang menuju arah Parung ke Simpang Yasmin, lalu ke Simpang Semplak/Atang Sanjaya, begitu pun sebaliknya. "Siang hari ini paling lambat kami usahakan lalu lintas di bawah arteri bisa lancar kembali, tapi tetap dengan pengawasan ketat dari kepolisian maupun perhubungan untuk pengaturan traffic yang di bawah proyek ini," kata Hendro Atmodjo.



Sumber: BeritaSatu.com