Wali Kota Tangerang Tanggapi Sindiran Menkumham

Wali Kota Tangerang Tanggapi Sindiran Menkumham
Wali Kota Tangerang, Arief S Wismansyah (kiri) dan Wakil Wali Kota Sachrudin. ( Foto: Kota Tangerang )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 10 Juli 2019 | 23:08 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, menanggapi pernyataan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly, yang menyatakan pihaknya 'cari gara-gara' karena mewacanakan lahan Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham) yang menjadi lokasi Politeknik BPSDM Hukum dan HAM sebagai lahan pertanian.

"Saya sangat sedih, dan prihatin. Di satu sisi saya ikut memperjuangkan apa yang menjadi kepentingan pemerintah pusat. Tapi di sisi lainnya, saya seolah-olah difitnah," ujar Arief dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Rabu (10/7/2019).

Baca Juga: Menkumham Pertanyakan Izin Pembangunan Gedung Poltekip yang Terhambat

Meski demikian, Arief menganggap hal itu tidak lebih dari miss persepsi dari Kemkumham. "Saya juga sangat kaget dan prihatin atas apa yang disampaikan oleh Pak Menteri," ucap Arief.

Arief memaparkan, pemerintah kota (Pemkot) Tangerang memperjuangkan agar di Kota Tangerang sudah tidak ada plotingan untuk lahan pertanian termasuk lahan Kemenkumham sebagaimana draft Raperda RTRW yang diusulkan oleh pihak Pemkot Tangerang.

"Yang menetapkan lahan itu menjadi lahan pertanian justru dari Kementerian Pertanian (Kemtan),” sambung Arief.

Oleh karena itu, Arief menyatakan, dirinya belum bisa mengabulkan apa yang diinginkan Kemkumham terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB) karena masih terkendala landasan-landasan hukum yang belum selesai.

"Jadi, mudah-mudahan dengan surat yang saya layangkan, nota keberatan saya, beliau bisa jauh lebih paham seperti apa kondisi ruwetnya urusan administrasi dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan,” lanjut Arief.

"Saya bicara sebagai seorang Wali Kota yang terus berupaya hanya memikirkan yang terbaik untuk Kota Tangerang," tutup Arief.



Sumber: BeritaSatu.com