Pengerjaan Proyek BORR Seksi IIIA Sesuai Prosedur

Pengerjaan Proyek BORR Seksi IIIA Sesuai Prosedur
Kondisi lalu lintas di Jalan Soleh Iskandar kembali di buka. Jalan di utamakan khusus pengendara golongan I, Rabu petang, 10 Juli 2019. ( Foto: Beritasatu.com/Vento Saudale )
Vento Saudale / BW Kamis, 11 Juli 2019 | 13:44 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Kontraktor pengerjaan PT Pembangunan Perumahan (PP) mengklaim pelaksanaan pembangunan proyek tol lingkar luar Bogor atau Bogor Outer Ring Road (BORR) seksi IIIA sesuai standar operasional (SOP).

Direktur Operasional II PT PP sebagai kontraktor proyek jalan tol BORR seksi IIIA Muhammad Toha Fauzi mengklaim, pelaksanaan proyeknya sudah dijalankan sesuai SOP yang sudah di sepakati bersama.

"Kalau kita lihat dari data yang diterima, kita pelajari sebetulnya konstruksi ini sudah diperiksa oleh berbagai pihak tentunya (proyek) aman," kata Toha, saat ditemui lokasi ambruknya proyek jalan tol BORR, Soleh Iskandar, Kamis (11/7/2019).

Standar pengerjaan proyek tol itu pun sudah diperiksa oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kemenpupera. Toha menyebut, semuanya sudah sesuai SOP. Termasuk juga dengan sistem kerja. Pihaknya telah menjadwalkan para pekerja dengan sistem shift pagi, siang, dan malam.

Namun, pihaknya belum bisa memastikan kecelakaan itu terjadi akibat kesalahan manusia atau bukan. Sampai saat ini pun pihak kontraktor masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan Komite Keselamatan Kerja, khususnya Komisi KKJTJ.

"Antisipasi kita masih menunggu hasil investigasi dari komite. Kita akan merevisi hal yang diperlukan dan merubah hal yang dibutuhkan. (kami) siap menerima hasil evaluasi (proyek), kita melakukan sesuai undang-undang," katanya.

Lanjut Toha, pihak kontraktor berjanji pengerjaan tol seksi IIIA dengan panjang 2,8 kilometer tetap sesuai jadwal kalender kerja. Target pengerjaan proyek tol senilai Rp 1,65 triliun itu selesai akhir Desember 2019. Setelah ada hasil investigasi, pihaknya akan merubah metode pengerjaan hingga target itu tercapai.

"Saya usahakan tidak mengganggu target awal. Pascaevaluasi nanti, kita akan rubah metode kerja atau menambah equipment (peralatan) kita agar kembali ke target awal," jelasnya.

Diketahui, balok penyangga atau formwork/cetakan pier head 109 proyek Tol BORR Seksi III tepatnya di depan perumahan Taman Sari Persada Bogor tidak kuat sehingga melengkung atau ambruk. Akibatnya beton tumpah ke jalan arteri di bawahnya, Rabu (10/7/2019) pagi.

Terkait insiden tersebut, Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar (MSJ) selaku anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang mengoperasikan Jalan Tol BORR Hendro Atmodjo juga memastikan akan memberikan teguran tertulis kepada pelaksana proyek, jika terbukti ada kesalahan konstruksi pada pembangunan balok penyangga cetakan pier head tersebut.

“Akan ada teguran tertulis, termasuk mungkin akan lakukan penalti bilamana ada kesalahan dari PT PP, nanti kita lihat dulu hasil laporan dari komite,” kata Hendro.

Ia pun berharap hasil investigasi bisa diketahui dalam waktu tiga hari atau paling lama satu pekan ke depan. Hal tersebut, mengingat tenggat waktu selesai pengerjaan akhir Desember dan BORR merupakan salah satu proyek nasional.

Lalu lintas
Selama satu hari, pascaambruk rangka proyek pengerjaan tol BORR kemarin, ruas jalan Soleh Iskandar mulai dari Simpang Yasmin hingga Simpang Kayumanis ditutup sementara. Arus lalu lintas kembali di buka pada Rabu petang. Pun demikian, dari dua jalur, baru satu jalur yang dibuka.

Kasat Lantas Polre Bogor Kota, Komisaris Bramastyo Priadji menuturkan. Dibukanya satu jalur di lokasi kejadian, setelah penanggung jawab yakni PP melakukan pembersihan jalur akibat tertutup material coran.

“Kita buka dulu satu jalur kanan (Yasmin-Parung) setelah dibersihkan dari material coran. Untuk jalur sebaliknya, Parung menuju Yasmin masih kita tutup. Karena riskan dan rencananya beton penyangga sebelah kanan juga akan dirubuhkan,” kata Bram.

Bram memastikan, setidaknya dalam tiga hari ke depan, yaitu Jumat siang jalur kembali dibuka normal. Artinya dalam selang waktu itu, pihak PP akan mensterilkan terlebih dahulu kondisi jalan yang di penuhi material coran. Termasuk juga balok penyangga sisi kanan yang ambruk.

“Untuk mengatur lalin, Polresta siapkan lima personel polisi dibantu petugas Dishub. Jumat, diharapkan jalur sudah kembali normal dua arah,” tambah Bram.



Sumber: Suara Pembaruan