Polisi Periksa Pengemudi Jeep Rubicon

Polisi Periksa Pengemudi Jeep Rubicon
Ilustrasi kecelakaan motor. ( Foto: Twitter @TMCPoldaMetro )
Bayu Marhaenjati / JAS Selasa, 16 Juli 2019 | 11:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, telah memeriksa PDK, pengemudi Jeep Rubicon B 123 DAA sebagai tersangka lantaran menabrak pengendara sepeda motor Yamaha NMAX B 4983 TSA, di Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP M Nasir mengatakan, tersangka PDK kooperatif dan telah membayar denda akibat peristiwa kecelakaan itu.

"Pemeriksaan mulai pukul 10.30 sampai dengan 23.00 WIB. Tadi malam pulang. Tersangka tidak ditahan karena yang bersangkutan kooperatif datang pada panggilan pertama. Ancaman hukuman 1 tahun atau denda Rp 1 juta," ujar Nasir, Selasa (16/7/2019).

Selain memeriksa tersangka, polisi juga telah memeriksa tiga orang saksi yang mengetahui peristiwa kecelakaan itu.

"Pemeriksaan saksi tiga orang. Barang yang disita Jeep Rubicon B 123 DAA, sepeda motor Yamaha NMAX B 4983 TSA, dua lembar STNK dan dua lembar SIM," ungkap Nasir.

Nasir menyampaikan, kronologi kejadian bermula ketika korban bernama Lena Marissa mengemudikan sepeda motor Yamaha NMAX B 4983 TSA, di Jalan HR Rasuna Said, sekitar pukul 03.24 WIB pagi. Sesampainya, di depan Wisma Bakrie, korban ditabrak Jeep Rubicob B 123 DAA dari arah belakang.

"Korban mengalami luka pada pipi kiri lecet, dahi kiri lecet, bibir atas lecet, hidung lecet, kepala belakang memar,
pinggang memar. Masih dalam perawatan di RS MMC Jakarta Selatan," kata Nasir.

Nasir menuturkan, pascakecelakaan pengemudi Jeep Rubicon bertanggung jawab dan ikut mengantar korban ke Rumah Sakit MMC. Setelah membawa korban, sekitar pukul 07.00 WIB, pengemudi Jeep keluar dari rumah sakit dan langsung menuju ke belakang masuk wilayah Epicentrum.

Menurut Nasir, tersangka DPK diduga tidak mengetahui kalau ternyata area itu merupakan titik kumpul lomba lari 10 K Milo.

"Jadi bukan lintasan, karena lintasannya itu di Jalan Rasuna Said. Memang mobil tidak boleh masuk karena area itu banyak tamu, pengunjung, pengantar dan ofisial sehingga ketika dia masuk ke situ dia juga kaget banyak orang menghentikan kendaraan tersebut," jelasnya.

Nasir mengungkapkan, kejadian kecelakaan Jeep menabrak sepeda motor, dengan Jeep masuk ke wilayah Epicentrum kemudian dihentikan massa dan akhirnya tancap gas, merupakan dua peristiwa yang berbeda.

"Karena itu saya luruskan, kejadian ini kecelakaan murni. Kejadian yang viral di video (Jeep masuk ke area berkumpul lomba lari 10 K), di luar konteks kecelakaan lalu lintas. Jadi itu hanya masalah area berjalan pada saat pagelaran lari 10 K. Tidak ada peristiwa kecelakaan di situ (Epicentrum)," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com