Pemilihan Wagub DKI, PDIP Optimistis Selesai, Gerindra Prediksi Mundur

Pemilihan Wagub DKI, PDIP Optimistis Selesai, Gerindra Prediksi Mundur
Rapat paripurna DPRD DKI Jakarta. ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / JAS Kamis, 18 Juli 2019 | 14:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta masih tidak berjalan mulus. Setelah rapat pimpinan gabungan (Rapimgab) untuk membahas dan mengesahkan tata tertib pemilihan wagub DKI batal dilaksanakan sebanyak tiga kali.

Anggota DPRD DKI terlihat enggan meneruskan pemilihan wagub DKI mengingat masa pengabdian mereka akan segera berakhir pada Oktober tahun ini. Apalagi, cukup banyak, anggota DPRD DKI yang tidak terpilih kembali di periode 2019-2024.

Kendati demikian, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tetap optimistis pemilihan wagub DKI akan selesai sebelum berakhirnya masa jabatan DPRD DKI periode 2014-2019.

Ketua Fraksi PDIP, Gembong Warsono mengatakan pihaknya masih optimistis pemilihan wagub DKI dapat diselesaikan oleh anggota DPRD periode 2014-2019. Karena waktu berakhirnya masa jabatan mereka masih cukup lama. Dan itu waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugas memilih Wagub DKI.

Enggak lah. Masih ada waktu kita selesaikan di periode ini. Masih, masih bisa. Jangan berandai-andai terlalu jauh. Saya masih yakin pemilihan wagub kelar di periode ini,” kata Gembong Warsono, Kamis (18/7/2019).

Saat ini, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD DKI tengah mengatur pelaksanaan rapimgab pengesahan Tatib Pemilihan Wagub. Diharapkan, pada Senin pekan depan, tatib wagub sudah bisa disetujui dalam rapimgab. Kemudian baru bisa dilanjutkan dengan pelaksanaan rapat paripurna pengesahan tatib pemilihan wagub.

“Ya kan rapimgab dulu tahapannya. Setelah tahapan rapimgab dilalui, baru penjadwalan paripurna pengesahan tatib. Kemungkinan Senin pengesahannya. Kemungkinan loh ya,” ujar Gembong Warsono.

Rasa optimistis PDIP berbanding terbalik dengan Fraksi Gerindra yang justru memprediksi pemilihan wagub DKI yang direncanakan akan digelar pada 22 Juli 2019, akan mundur. Dengan kata lain, pemilihan wagub akan dilakukan oleh anggota dewan yang baru terpilih nantinya.

“Kemungkinan besar mundur. Kan dewan yang milih, bukan orang lain. Jadi kalau nanti dewan baru, ya tinggal lanjutin saja. Tatibnya ya sekarang disahkan,” kata Mohamad Taufik, Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Gerindra.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Wagub DKI, Bestari Barus mengatakan pansus sudah menyelesaikan tugasnya untuk merancang tatib pemilihan Wagub DKI. Kini, kelanjutan proses pemilihan wagub sudah berada di pundak pimpinan DPRD DKI.

“Pansus sudah selesai mengerjakan tugasnya. Sekarang tinggal berpulang pada pimpinan DPRD DKI untuk melaksanakan rapimgab. Sebab Rapimgab ini hanya untuk pengesahan. Persetujuannya nanti disahkan di paripurna. Jadi tahapan menuju paripurna harus melalui rapimgab,” terang Bestari Barus.



Sumber: BeritaSatu.com