Monas Week 2019 Gelar Pameran Hologram Sejarah Jakarta

Monas Week 2019 Gelar Pameran Hologram Sejarah Jakarta
Tugu Monas. ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / MPA Senin, 22 Juli 2019 | 19:10 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI akan melaksanakan Monas Week 2019. Dalam acara ini, akan digelar pameran Hologram yang menampilkan sejarah dan wajah Kota Jakarta dari masa ke masa.

Penyelenggaraan Monas Week 2019 ini dilaksanakan di Museum Sejarah Tugu Monas, Jakarta Pusat. Mulai dari tanggal 23 Juli hingga 31 Juli 2019.

Pameran yang terbuka untuk umum akan dilakukan setiap hari dalam satu pekan lebih kecuali hari Senin libur. Pameran hologram yang menampilkan gambar-gambar sejarah Jakarta akan ditayangkan sebanyak 48 kali selama delapan hari.

Dengan durasi 20 menit, para pengunjung dapat melihat tayangan hologram tersebut pukul 11.00, 13.00, 15.00, 16.00, 17.00 dan 19.00 wib.

Kepala Disparbud DKI, Edy Junaedi mengatakan penyelenggaraan Monas Week 2019 baru pertama kali diadakan. Ia mengharapkan kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan yang dapat meningkatkan daya tarik Monas.

“Ini baru pertama kali diadakan tahun ini. Tahun sebelumnya, ada video mapping di Monas. Mudah-mudahan bisa menjadi satu bulan. Semoga tahun depan mendapat dukungan anggaran lebih banyak lagi,”’kata Edy Junaedi di Monas, Jakarta Pusat, Senin (22/7/2019).

Alokasi anggaran untuk kegiatan ini, termasuk pameran hologram sebesar Rp 1,7 miliar. Anggarannya untuk 48 kali tayang selama delapan hari sekaligus dengan publikasinya.

“Kita pakai lelang terbuka. Nah Mas Adi Panuntun (kreator hologram) yang menang. Memang dia ahli di bidang ini,” ujar Edy Junaedi.

Dia mengungkapkan sebagai ikon kota Jakarta, Monas merupakan tempat ideal bagi wisatawan untuk mendapatkan informasi cuplikan sejarah Ibu Kota Negara Indonesia.

“Pameran Hologram ini menceritakan lintasan sejarah Jakarta dari zaman ke zaman. Memang menyatukan sekaran ribuan tahun dalam durasi 20 menit tidak lah mudah. Tapi saya lihat Mas Adi sudah cukup berhasil menyatukan ini. Pesannya, sejarah Jakarta yang panjang bisa sampai kepada teman-teman milenial,” terang Edy Junaedi.

Diharapkannya, dengan adanya pameran Hologram dalam Monas Week 2019, jumlah pengunjung ke Monas dapat bertambah. Di bulan Juni 2019 tercatat ada sebanyak 1,5 juta pengunjung, atau rata-rata 50.000 orang per hari.

Maka, pada bulan Juli 2019 dan seterusnya, pengunjung di Monas dapat mencapai 3 juta atau 100.000 orang per hari.

Sementara itu, Kreator Hologram, Adi Panuntun mengatakan visualisasi tiga dimensi dalam teknologi hologram akan menimbulkan minat dan kecintaan lebih dalam masyarakat akan sejarah kotanya.

“Masyarakat akan dibawa menikmati tampilan holografi yang apik kondisi kota ini mulai era prakolonialisme, era kolonialisme hingga era kemerdekaan. Pengunjung akan seolah-olah dibawa menggunakan mesin waktu untuk melihat secara langsung sosok Ibu Kota Republik Indonesia dari masa ke masa,” kata Adi Panuntun.



Sumber: BeritaSatu.com