Wali Kota Tangerang: Festival Cisadane Upaya Merawat Keberagaman

Wali Kota Tangerang: Festival Cisadane Upaya Merawat Keberagaman
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengendarai jetski saat meninjau persiapan Festival Cisadane di Tangerang, Banten, Kamis, 25 Juli 2019. ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Kamis, 25 Juli 2019 | 11:30 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Pemerintah Kota Tangerang, Banten, kembali menggelar Festival Cisadane pada 26 Juli hingga 2 Agustus 2019 di wilayah Jalan Benteng Jaya, Benteng Makasar, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Ajang tahunan yang terus digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang setelah puluhan tahun sebelumnya dilarang.

Festival Cisadane sejatinya adalah apresiasi terhadap akulturasi kebudayaan di Kota Tangerang. Festival Cisadane ini sebelumnya diawali dengan Perayaan Peh Cun sebagai cikal bakal lahirnya perhelatan tahunan seni dan budaya ini.

Perayaan Peh Cun di Tangerang telah digelar pada pertengahan Juni lalu. Acara tersebut diisi dengan berbagai ritual, tradisi dan perlombaan, di antaranya ritual air berkah, sembahyang Twan Yang, mendirikan telur, lomba tangkap bebek, lomba perahu naga, lomba Uleg, dan kegiatan lainnya.

Berbeda dengan Festival Pehcun, Festival Cisadane dikemas oleh Pemkot Tangerang menjadi ajang tahunan yang dikolaborasikan degan kebudayaan-kebudayaan lainnya, seperti Betawi, Sunda, dan Jawa, yang menjadi akar masyarakat Kota Tangerang. Sejumlah hiburan ditampilkan, mulai dari pagelaran budaya daerah, lomba perahu naga, aktraksi hover board, jetski, gelar karya usaha kecil dan menengah (UKM), serta penampilan band papan atas Nidji dan Kotak.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, Festival Cisadane adalah upaya untuk merawat keberagamaan yang menjadi akar masyarakat Kota Tangerang. “Kami ingin merawat dan melestarikan keberagamaan budaya yang ada di Kota Tangerang sekaligus mengingatkan kepada masyarakat pentingnya merawat sungai,” kata Arief dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (25/7).

Dikatakan, Festival Cisadane telah masuk dalam 100 kalender even Kementerian Pariwisata yang dianjurkan untuk dikunjungi. “Melalui ajang tahunan ini kami ingin menampilkan potensi masyarakat Kota Tangerang ke kancah nasional, karena memang banyak sekali potensi yang dimiliki, mulai dari UKM, atlet cabang olahraga, kesenian tradisional, seni bermusik, dan lainnya. Selain itu juga sebagai hiburan bagi masyarakat Kota Tangerang,” kata Wali Kota Arief.

Pada acara pembukaan Festival Cisadane tahun ini akan disuguhkan tarian kolosal Sangego dan parade 28 perahu hias yang dipadu dengan aksi tiga hover board dengan membentuk formasi khusus. Tak hanya itu, beragam hiburan musik dari musisi lokal setiap hari turut ditampilkan di panggung utama.

Kemudian, band Nidji akan tampil pada 28 Juli dan band Kotak pada 3 Agustus 2019. Panitia bersama Dinas Koperasi dan UKM telah menyiapkan sekitar 176 stan yang menampilkan pameran pembangunan dan gelar karya UKM.

Ada sekitar 150 pelaku UKM yang akan menempatkan stan-stan yang disediakan secara gratis. Hal ini sebagai upaya untuk mempromosikan produk dan karya lokal Kota Tangerang.

Ditargetkan, tingkat kunjungan pada tahun ini mencapai 80.000 orang. Pada tahun sebelumnya, tercatat jumlah pengunjung mencapai 60.000 orang, padahal target semula hanya 40.000 orang.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang, Engkos Zarkasyi menambahkan, festival yang bertujuan untuk menarik wisatawan tersebut akan dimeriahkan oleh lomba dayung perahu naga tingkat internasional dan nasional, yang pesertanya tak hanya dari Banten, namun regional dan bahkan luar negeri, seperti Malaysia, Timor Leste dan Australia.

Dikatakan, untuk pertama kalinya juga akan disajikan Festival Pencak Silat yang bakal diikuti sekitar 18 perguruan dari Jabotabek dengan menampilkan atraksi seni beladiri. “Mudah-mudahan nantinya acara ini mendapatkan animo dari masyarakat dan respon positif, sehingga kebudayaan Indonesia juga semakin lestari dan dicintai,” ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com