Gugatan Praperadilan Kivlan Zen Ditolak

Gugatan Praperadilan Kivlan Zen Ditolak
Mayor Jenderal TNI Purn Kivlan Zen (tengah) didampingi kuasa hukum saat tiba memenuhi panggilan Bareskrim Mabes Polri, di Jakarta, 29 Mei 2019. ( Foto: Antara )
Bayu Marhaenjati / BW Selasa, 30 Juli 2019 | 11:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Hakim tunggal Achmad Guntur menolak gugatan praperadilan terkait status tersangka Kivlan Zen tentang dugaan kepemilikan senjata api, di pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Permohonan pemohon tentang penetapan tersangka, penangkapan dan penyitaan tidak beralasan, karena itu permohonan pemohon patut ditolak. Mengadili, menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," ujar Guntur, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (30/7/2019).

Pada putusan itu, Guntur menilai dan mempertimbangkan kalau penangkapan, penyitaan serta penahanan sudah sesuai dengan prosedur karena ada surat-suratnya. Sehingga, seluruh dalil pemohon mengajukan gugatan tidak beralasan.

Diketahui, Kivlan mengajukan gugatan praperadilan terkait status tersangkanya yang dinilai janggal, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2019) lalu. Gugatan itu diajukan dengan nomor 75/pid.pra/2019/pn.jaksel.

Sebelumnya, penyidik menetapkan Kivlan Zen sebagai tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal, Rabu (29/5/2019) sore. Polisi menangkap Kivlan begitu selesai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan makar, di Bareskrim Mabes Polri. Selanjutnya, yang bersangkutan dibawa ke Polda Metro Jaya.

Kivlan ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan melanggar Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Kasus ini disebut juga terkait dengan penangkapan enam orang berinisial HK alias Iwan, AZ, IF, TJ, AD, dan AF alias Fifi yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka tentang kepemilikan senjata api ilegal, diduga terkait kerusuhan 21-22 Mei dan rencana pembunuhan beberapa tokoh.



Sumber: BeritaSatu.com