Uji Emisi Kendaraan Berat, DKI Gandeng BPJT

Uji Emisi Kendaraan Berat, DKI Gandeng BPJT
Ilustrasi kendaraan di tol. ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / FER Selasa, 30 Juli 2019 | 18:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, Syafrin Liputo mengatakan, salah satu penyumbang polusi udara di Jakarta adalah banyaknya kendaraan berat yang beroperasi di jalan tol. Oleh karena itu, Dishub DKI berencana menerapkan kewajiban uji emisi bagi kendaraan berat yang melintasi jalan tol. Bagi kendaraan berat yang tidak lolos uji emisi, tidak diperbolehkan melintasi jalan bebas hambatan tersebut.

"Uji emisi untuk kendaraan berat ini akan kita koordinasikan dengan BPJT (Badan Pengelola Jalan Tol). Ini akan kita koordinasikan terhadap pelaksanaan uji emisinya. Karena kita pahami bahwa keberadaan kendaraan berat di jalan tol juga berdampak kepada kualitas udara di Jakarta,” kata Syafrin Liputo di kawasan Kemayoran, Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Menurut Syafrin, kebijakan uji emisi bagi kendaraan berat di jalan tol sedang diidentifikasi oleh Dishub DKI. Berdasarkan pengamatan, setelah operasional malam hari kendaraan berat akan beralih ke jalan tol di Jakarta Outer Ring Road (JORR).

"Kita pahami, setelah operasional malam hari, kan kendaraan berat hanya bisa masuk jalan tol dalam kota itu malam hari. Tetapi begitu jam 05.00 WIB, mereka akan beralih ke JORR. Ini tentu harus kita identifikasi secara baik," ujarnya.

Menyoal pemeriksaan apakah kendaraan berat tersebut sudah melakukan uji emisi atau belum, Syafrin mengatakan, mekanismenya masih didiskusikan lebih lanjut.

"Saya berharap, bahwa ini dilakukan terkoordinasi. Mekanismenya yang akan kita diskusikan. Misalnya, melakukan uji emisi di pintu masuk tol dan sebagainya," jelasnya.

Syafrin menambahkan, pemeriksaan uji emisi bagi setiap kendaraan berat yang masuk jalan tol akan segera diterapkan. Saat ini, pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan seluruh pemaku kepentingan (stakeholder) terkait, termasuk BPJT.

"Iya pengelola jalan tol, dengan BPJT. Kita sedang koordinasikan terhadap itu. Kita harapkan ini dalam waktu tidak terlalu lama, kita sudah bisa implementasikan dan pengawasan. Kalau bisa tahun ini," tegas Syafrin Liputo.




Sumber: BeritaSatu.com