Derita Penumpang, 7 Jam Menunggu KRL di Stasiun Bogor

Derita Penumpang, 7 Jam Menunggu KRL di Stasiun Bogor
Penumpang kereta rel listrik (KRL) commuter line telantar di Stasiun Bogor, Minggu (4/8/2019), imbas dari pemadaman listrik sejak pukul 11.30. ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Minggu, 4 Agustus 2019 | 23:57 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Ribuan penumpang kereta rel listrik (KRL) commuter line telantar di Stasiun Bogor, Minggu (4/8/2019), imbas dari pemadaman listrik sejak pukul 11.30.

“Saya sejak pukul 13.00 di Stasiun Bogor menunggu KRL mau pulang ke Jakarta. Saya menunggu hingga pukul 21.00 tadi. Tidak ada kepastian kapan KRL mau diberangkatkan, saya akhirnya keluar stasiun. Akhirnya, saya dijemput anak saya, setelah terlunta-lunta sangat lama di stasiun,” kata mantan Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta, Azas Tigor Nainggolan, Minggu malam.

Menurut Tigor, layanan publik di Indonesia belum berpihak kepada rakyat, karena angkutan umum dibiarkan berhenti atau tidak melayani penumpang. Tigor berharap pengelola tidak hanya mengimbau para calon penumpang KRL di Stasiun Bogor agar mencari kendaraan lain. “Kasihan rakyat pengguna KRL tidak diberi kepastian layanan sejak pukul 11.30,” katanya.

“Saat saya tadi keluar stasiun, masih banyak orang yang menunggu KRL. Bagaimana tanggung jawab pengelola layanan PT PLN dan pengelola KRL terhadap ribuan calon pengguna KRL yang terlunta-lunta di Stasiun Bogor,” kata Analis Kebijakan Transportasi dan Ketua Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) ini.



Sumber: Suara Pembaruan