Kebakaran Ruko di Teluk Gong, 4 Orang Tewas

Kebakaran Ruko di Teluk Gong, 4 Orang Tewas
Ilustrasi kebakaran. ( Foto: Antara )
Carlos Roy Fajarta / YUD Senin, 5 Agustus 2019 | 08:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 4 orang meninggal dunia dalam kebakaran yang melanda tiga unit rumah toko (ruko) di Jalan Teluk Gong, RT06/RW10, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara pada Senin (5/8/2019) dini hari.

Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan, Kompol Mustakim menyebutkan api awalnya muncul saat tengah malam sekitar pukul 00.53 WIB di kediaman Tony (korban). Pihak kepolisian masih melakukan penyidikan terhadap penyebab kebakaran.

"Korban yang mengetahui ada kebakaran meminta tolong kepada saksi yang berada di sekitar ruko kemudian kembali ke rumah karena mendengar teriakan Jeny (istri korban) yang terjebak di dalam rumah," ujar Mustakim, Senin (5/8) pagi.

Setelah 13 mobil pemadam dengan ketua regu Maman melakukan pemadaman kebakaran, pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara dan menemukan ada 4 orang meninggal dunia di lantai dua rumah toko tersebut.

"Korban jiwa atas nama Tony, Jeny Ruslan, dan dua anaknya yakni Erica Wisely, dan Kent Wisely yang masih satu anggota keluarga. Ada juga korban yang hanya mengalami sesak nafas dengan identitas Marlin Nilam," tambah Mustakim.

Dua orang saksi yang sudah diperiksa kepolisian yakni Ahwi (64) dan Steven Adoni (31). Sedangkan 4 korban jiwa di bawa ke RSCM Jakarta Pusat untuk visum dan pihak kepolisian masih melakukan penyidikan lebih lanjut.

Sementara itu, Lurah Pejagalan, Ichsan Firdaosyi menyebutkan ruko yang terbakar mengalami kerusakan berat akibat kebakaran tersebut.

"Korban meninggal dunia merupakan keluarga bapak Tonny (45) dan tiga orang lainnya yakni istrinya berusia 44 tahun dan dua orang anaknya masing-masing berusia 17 tahun dan 8 tahun," kata Ichsan.

Ichsan menyebutkan pihaknya mengarahkan kepada ketua RT 06 Sukardi dan ketua RW 10 Hendi Apuy upaya untuk mencegah dan meminimalisir korban jiwa dalam setiap peristiwa kebakaran yang melanda permukiman di area sekitar tersebut.



Sumber: Suara Pembaruan