Dalam Lima Hari, 40 Kasus Kebakaran Terjadi di Jakarta

Dalam Lima Hari, 40 Kasus Kebakaran Terjadi di Jakarta
Proses pemadaman kebakaran di Jalan Warakas V Gang 2, Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara, Kamis (25/7/2019). ( Foto: Istimewa )
Lenny Tristia Tambun / FMB Selasa, 6 Agustus 2019 | 10:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Musim kemarau yang sedang melanda Kota Jakarta, menjadikan kasus kebakaran cukup meningkat di Jakarta. Dalam waktu lima hari saja, telah terjadi 40 kasus kebakaran di Ibu Kota.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI, Subedjo mengakui jumlah kebakaran meningkat dalam beberapa waktu terakhir ini.

“Selama musim kemarau berlangsung, misalnya sepanjang Agustus, dalam lima hari saja telah terjadi 40 kasus kebakaran,” kata Subedjo, Selasa (6/8/2019).

Ditambahkannya, sejak 1 Januari hingga 5 Agustus 2019, telah terjadi 897 kasus kebakaran terjadi. Wilayah yang paling banyak terjadi kasus kebakaran di Jakarta Selatan sebanyak 228 kasus.

Diikuti Jakarta Timur 232 kasus, Jakarta Barat 164 kasus, Jakarta Utara 145 kasus, dan 129 kasus di Jakarta Pusat. Dengan nilai kerugian mencapai Rp 170 miliar.

Faktor penyebab kebakaran terbanyak karena masalah korsleting listrik sebanyak 574 kasus, akibat gas 93 kasus, membakar sampah 52 kasus, rokok 25 kasus, lilin tiga kasus, dan sisanya penyebab lainnya.

"Musim kemarau ini memang rawan kebakaran," ujar Subedjo.

Untuk mengantisipasi semakin banyaknya kebakaran di Jakarta, lanjut Subedjo, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada warga. Terutama di kawasan padat tentang instalasi ilegal serta cara penanganannya, terutama pada musim kemarau.

Sementara itu, Gubernur DKI, Anies Baswedan mengatakan semua kasus kebakaran yang terjadi baru-baru ini sudah ditangani semua oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI.

Terkait penyebabnya, Anies menyerahkan sepenuhnya pada aparat kepolisian. Tetapi ia meyakini kebakaran terjadi saat listrik padam dikarenakan lilin yang menyala sepanjang waktu.

“Nanti penyebabnya biar diselidiki tuntas oleh aparat penegak hukum. Tapi kecurigaan sejauh ini memang karena ada yang karena alat-alat (lilin) karena listrik mati lalu mereka menggunakan alat-alat yang akhirnya memiliki efek pada kebakaran,” terang Anies Baswedan.

Sedangkan, Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, Syarif meminta Dinas Penaggulangan Kebakaran dan Penyelamatan aktif berkoordinasi dengan PLN menyangkut instalasi listrik yang selama ini menjadi penyebab utama kebakaran.

“Dari data dinas itu menunjukkan penyebabnya hampir 70 persen adalah akibat arus pendek," kata Syarif.



Sumber: BeritaSatu.com