Buka Pendidikan Bintara, Ini Harapan Kapolda Metro Jaya

Buka Pendidikan Bintara, Ini Harapan Kapolda Metro Jaya
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono (tengah) didampingi Kepala SPN Polda Metro Jaya, Kombes pol Audie Latuheru, saat memberi keterangan kepada pers usai membuka Pendidikan Pembentukan Bintara Polri TA 2019 SPN Polda Metro Jaya, di Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/8/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / JAS Selasa, 6 Agustus 2019 | 16:35 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono, berharap melalui Pendidikan Pembentukan Bintara lahir sumber daya manusia (SDM) Polri berkualitas, profesional, dan berintegritas. Pendidikan ini diharapkan bisa menghasilkan bintara Polri yang siap menghadapi perkembangan globalisasi, demokrasi, dan kemajuan teknologi atau dunia siber.

"Ini kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, di SPN-SPN (Sekolah Polisi Negara) dalam rangka pembukaan pelatihan pembentukan Bintara Polri tahun anggaran 2019-2020," ujar Gatot usai membuka Pendidikan Pembentukan Bintara Polri TA 2019 SPN Polda Metro Jaya, di Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/8/2019).

"Untuk di tempat kita ini, Polda Metro Jaya dididik di SPN Lido sebanyak 660 siswa baru dan kita sudah mempersiapkan tahapan-tahapan. Mungkin nanti tahapan pertama ini melakukan pendidikan dasar dulu selama dua bulan, setelah itu baru masuk kepada materi yang sudah disiapkan," 

Gatot menyampaikan, peserta didik akan menempuh pendidikan selama tujuh bulan, di SPN Polda Metro Jaya. Diharapkan, pendidikan ini bisa melahirkan sumber daya berkualitas dan memiliki integritas yang baik.

"Pendidikannya lebih kurang tujuh bulan. Nanti sekitar bulan Maret pendidikan selesai ya. Kita berharap nanti akan melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan juga memiliki integritas yang baik, sehingga melahirkan sosok-sosok anggota Polri yang betul-betul profesional, kemudian dipercaya masyarakat dan memiliki integritas yang tinggi," ungkap Gatot.

Gatot menyampaikan, pada awal pembentukan peserta didik akan diberi pengetahuan menjadi anggota Polri dan bagaimana nanti berinteraksi dengan masyarakat.

"Kalau mendidiknya dengan baik, saya yakin dan percaya nanti ketika mereka berinteraksi dengan masyarakat baik juga. Karena ke depan masyarakat kita ini akan kritis terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan oleh anggota Polri," ujar Gatot.

"Saya mengatakan, masyarakat ke depan itu tidak lagi melihat hasilnya tapi prosesnya bagaimana. Ini tantangan tersendiri, di samping tentunya tantangan-tantangan lain ke depan seperti perkembangan globalisasi, demokrasi, kemudian kemajuan teknologi, transportasi, dunia ini menjadi tanpa batas, itu akan melahirkan kejahatan-kejahatan jenis baru yang harus juga kita antisipasi," kata Gatot.

Gatot berpesan, para peserta didik mengikuti pendidikan dengan baik dan menyerap semua ilmu yang disampaikan pembimbing, guru dan pelatihnya.

"Kemudian hindari pelanggaran-pelanggaran. Karena kalau melakukan pelanggaran-pelanggaran ini dapat mengganggu pendidikannya. Apalagi jika pelanggaran itu fatal, peserta bisa dikeluarkan dan mereka tidak bisa menyelesaikan pendidikan. Tapi para pengasuh yang ada di sini sudah memberikan arahan-arahan," paparnya.

"Langkah-langkah awal pak Ka SPN (Kepala SPN) juga sudah mengumpulkan orangtuanya. Mudah-mudahan ini bisa memberikan motivasi kepada para siswa untuk belajar lebih baik dan menjadi polisi-polisi yang berintegritas dan profesional serta dipercaya masyarakat," jelasnya.

Menurut Gatot, setelah lulus pendidikan Bintara, mereka akan langsung terjun dan berdinas di Polda Metro Jaya.

"Kami akan lihat kemampuan-kemampuan mereka, mungkin ada yang langsung ditempatkan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Kemudian bisa juga nanti mereka beralih ganti pada senior-seniornya. Kemarin ada yang di Dalmas, mungkin mereka akan alih ganti menguatkan dan senior-seniornya mungkin bisa ke wilayah. Sehingga ada satu regenerasi," tandasnya.

Sementara itu, Kepala SPN Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Audie Latuheru mengatakan, pihaknya akan memberikan bekal pendidikan dasar fungsi kepolisian dan keterampilan sesuai kurikulum SPN, termasuk pengetahuan soal menghadapi kejahatan siber kepada peserta didik.

"Bekal kepada siswa-siswa kita terkait ketika mereka akan ke lapangan. Prinsip yang kita ajarkan kepada mereka, kejahatan itu adalah bayang-bayang peradaban manusia. Mereka keluar, lulus dari sini, menghadapi peradaban yang sudah peradaban siber. Di mana yang mereka layani kemungkinan terkait kejahatan siber," ucap Audie.

Menurut Audie, SPN Polda Metro Jaya telah memiliki laboratorium komputer sebagai sarana pembekalan memberikan pengetahuan terkait dunia siber kepada peserta didik.

"Saya sendiri mantan kepala cyber crime Polda Metro Jaya (Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya). Kami sudah melakukan beberapa persiapan. Di sini kita sudah memiliki laboratorium komputer, nanti saya dan beberapa tenaga pengajar di sini akan memberikan mereka bekal-bekal, paling tidak dasar-dasar yang harus mereka pahami bagaimana nanti ketika mereka terjun ke lapangan," papar Audie.

"Kita akan memperkenalkan mereka kejahatan yang biasa terjadi, atau nanti dalam perkembangan beberapa bulan ke depan kita akan memberitahukan kepada mereka bahwa kemungkinan kejahatan siber itu seperti ini. Apakah itu penipuan-penipuan di dunia maya, dan sebagainya, supaya mereka tahu," katanya.

Audie menuturkan, setelah lulus peserta didik bisa ditempatkan di Samapta Bhayangkara, Reserse atau Satuan Lalu Lintas. "Tapi pada dasarnya semuanya akan kita berikan dasar untuk pengetahuan cyber crime," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com